Pemukiman Meningkat, Lahan Perkebunan di Pagaralam Semakin Menyempit

 329 total views,  2 views today

– Kopi Sambung Pucuk Dongkrak Hasil Panen

PAGARALAM | Akibat beralih fungsinya lahan perkebunan kopi menjadi pertumbuhan pemukiman dari tahun ke tahun hingga berimbas terhadap produksi komoditi utama para petani di Bumi Besemah ini. Sementara upaya perluasan areal perkebunan kopi yang ada tampaknya tak memungkinkan lagi dilakukan perluasan. Hal itu dikemukakan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kota Pagaralam, Ir. M. Syarbani, melalui Kabid Kelembagaan dan Hasil Produksi Perkebunan, Sudrajat SP, Selasa (4/6)

Menurut Sudrajat, berdasarkan data yang ada, areal perkebunan kopi pada tahun 2013 yang tersebar di lima kecamatan seluas sekitar 8.323 hektar. Rinciannya, untuk Kecamatan Pagaralam Utara mencapai 876 hektar, Kecamatan Pagaralam Selatan sekitar 709 hektar. Kemudian seluas 2.896 hektar di Kecamatan Dempo Utara, 2.970 hektar di Kecamatan Dempo Tengah dan sekitar 872 hektar lagi berada di Kecamatan Dempo Selatan.

“Sementara pendataan di tahun 2014, areal tanaman kopi seluas 7.576 hektar, dengan produksi sekitar 7.465,5 ton yang dipanen para petani yang ada,” paparnya seraya berkata guna mendongkrak produksi panen kopi, pihaknya terus berupaya mengenalkan teknologi sambung pucuk.

Ia mengatakan, saat ini para petani yang ada di Bumi Besemah terus menggalakkan cara sambung pucuk tanaman kopi, sehingga hasil panen terus meningkat dan mulai dilirik petani lainnya.

“Jika perluasan lahan perkebunan kopi sudah tidak memungkinkan lagi, tentunya dengan upaya menggalakan teknologi sambung pucuklah menjadi solusi terbaik guna mendongkark hasil panen,” ujarnya.

Teks        : Antoni Stefen

Editor    : Muhammad MG





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster