Kekurangan ruang kelas, Siswa SDN 04 Paiker Terpaksa Belajar Lesehan

 353 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG | Karena kekurangan ruang kelas dan Meubeler, setidaknya 21 orang siswa kelas V di SDN 04 Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker) Kabupaten Empat Lawang, terpaksa menggunakan ruang perpustakaan sekolah dan duduk beralaskan karpet (lesehan, red) untuk kegiatan belajar mengajar.

Informasi dihimpun Kabar Sumatera menyebutkan, kondisi memprihatinkan tersebut sudah berlangsung dalam satu Semester belakangan ini.

Diungkapkan salah seorang guru yang mengajar di sekolah tersebut, Desi Arisandi, jika sekolah tersebut selain kekurangan lokal juga kekurangan meubeler, sehingga siswa kelas V di SD tersebut harus mejalankan kegiatan belajar dan mengajar di ruang perpustakaan sekolah dengan menggunakan alas dan meja seadanya.

“Meski demikian, kami tetap menggelar kegiatan belajar dan mengajar seperti biasanya, ya mau tak mau siswa harus belajar seperti ini,” ungkap Desi Arisandi..

Kondisi seperti ini imbuhnya, sudah berlangsung dalam kurun waktu satu semester ini, untuk itu pihaknya berharap jika sekolah ini mendapat perhatian dan prioritas dari pihak Disdik untuk mencukupi segala sarana dan prasaran sekolah. “Kita hanya berharap pihak Disdik dapat memperhatikan kondisi sekolah ini, karena sekolah ini jauh dari ibukota kabupaten tentunya dapat dipertimbangkan,”harapnya.

Namun sayang, ketika media ini hendak mengkonfirmasi dengan pihak Kepala sekolah, Kepala sekolah (Kepsek) tidak berada di tempat. Bahkan, menurut sejumlah sumber menyebutkan jika sang Kepsek jarang hadir di sekolah tersebut. “Jangankan memperhatika sekolah, datang ke sekolah saja jarang dan sering terlambat. Ya beginilah kalau sekolah kekurangan perhatian,” cetus salahseorang sumber yang enggan menyebutkan namanya.

Sementara itu, Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Paiker, Walisa mengaku tidak mengetahui jika SDN 04 Paiker kekurangan meubeler dan ruang belajar. Namun demikian, pihaknya akan menijau sekolah tersebut sejauh mana kekurangan meubeler dan ruang belajar.

“Kemungkinana siswa belajar seperti itu hanya  satu lokal saja, dan itu dilakukan sejak satu semester belakangan ini. Biasanya mereka itu tidak mau masuk siang,” tukasnya.

 

Teks      : Saukani

Editor   : Muhammad MG





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster