Warga Keluhkan Aktifitas Truk Galian C

 366 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG | Puluhan truk pengangkut material galian C (batu pasir, red) lalu-lalang di Jalan Lintas Provinsi Tebing Tinggi – Pendopo, aktifitas diduga menyalahi aturan ini pun semakin dikeluhkan warga.

Selain menyulitkan kendaraan umum melintas, kendaraan berat bermuatan batu, pasir dan krosok diduga melebihi kapasitas tonase dikhawatirkan menambah kerusakan badan jalan.

Disisi lain, oknum sopir truk yang memacu kendaraannya secara ugal-ugalan sehingga rentan terhadap lakalantas di jalan yang menjadi satu-satunya akses penghubung antara Ibukota Kabupaten Empat Lawang dengan 8 (delapan) Kecamatan yang ada di bumi Saling Keruani Sangi Kerawati.

Informasi dihimpun Kabar Sumatera menyebutkan, sebelum membawa muatan berupa material galian C melintasi jalan provinsi Tebing Tinggi – Pendopo, setidaknya puluhan truk yang membawa material galian C dari penambangan galian C (qwari) di sekitaran jalan lingkar Kota Tebing Tinggi, tepatnya di depan lapangan bakal terminal type B, truk yang membawa material galian C membuang air yang terbawa oleh material dari Kuwari di jalan tersebut dengan cara memiringkan bak truk sehingga menyebabkan jalan lingkar di kawasan itu terlihat kotor.

Menurut Purnomo (46) salahseorang warga mengatakan, jika aktivitas truk yang membawa material galian C melintasi jalan provinsi terlihat sepanjang hari hingga malam. Ia menyesalkan banyaknya aktivitas truk galian C tak pernah terlihat ditertibkan oleh instansi terkait bahkan terkesan dibiarkan, padahal jika jalan provinsi sudah hancur, maka perbaikannya lama dan perlu dana besar.

“Saat ini saja jalan provinsi banyak yang sudah hancur, tetapi belum juga diperbaiki. Saya kira pemasukan PAD tak sebanding dengan kerusakan lingkungan dan jalan yang dihancurkan truk galian C,”katanya.

Senada dengan itu, Fendi (51) warga lainnya menyesalkan bebasnya lalulalang kendaraan angkutan galian C. Menurutnya, jika ada proyek pembangunan yang menggunakan material galian C di kecamatan lain seharusnya material galian C yang digunakan diambil di kecamatan itu juga, sehingga lalulalngnya kendaraan tidak diangkut di jalan provinsi, kalaupun harus melalui jalan umum, itupun tidak lintas kecamatan melainkan hanya dijalan kecamatan itu juga.

“Potensi kerusakan jalan yang disebabkan juga tidak terlalu banyak. Jangan sampai ada pembangunan di tempat lain berdampak kerusakan lebih parah di tempat lain juga, apa lagi kerusakan tidak sebanding dengan yang dibangun, negara juga yang dirugikan,”cetusnya.

Sementara itu, Kepala Dishubkominfo Kabupaten Empat Lawang, H Choiri Badri mengatakan, jika pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pihak provinsi, sebab yang dilalui jalan provinsi maka kewenangan ada di tingkat provinsi. Ditegaskannya, pihak Dishubkominfo Empat Lawang untuk sementara ini segera memanggil pihak perusahaan dan mempelajari permasalahan setelah pelaksanaan Pilkades e-Voting serentak usai dilaksanakan.

“Kami pelajari dulu dan akan memanggil perusahaan angkutan tersebut secepatnya selesai pilkades evoting,”tukasnya.

 

Teks    : SAUKANI

Editor  : Muhammad G





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster