Ada Kunjungan DPR, Manager PLN Malah “Kondangan”

 340 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG – Anggota DPRD RI Komisi VI dari partai Demokrat, Wahyu Sanjaya, kesal saat melakukan kunjungan kerjanya ke kantor PLN Rayon Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.

Pasalnya, maneger PLN Rayon Tebing Tinggi, Wisnu Ardian didapati tak dikantor. Alih-alih beralasan sibuk Dinas Luar (DL), eh tak ternyata setelah di cek ke Direksi PLN wilayah sang Manager malah pergi menghadiri hajatan (kondangan, red).

Ironisnya lagi, sejumlah petugas PLN Rayon Tebing Tinggi terkesan menutupi keberadaan pimpinan mereka. Padahal semestinya maneger PLN tersebut berada di wilayahnya kantor PLN rayon Tebing Tinggi. Karena merasa terkecoh, anggota DPR RI itu kecewa dan marah. “Sampaikan dengan pimpinanmu Wisnu Ardian, masih mau kerja di PLN atau tidak,”cetus Wahyu.

Lebih lanjut Komisi VI DPR RI ini menyampaikan, berdasarkan laporan yang dibahas pihaknya disenayan laporan PLN itu selalu merugi. Jadi, wajar saja selalu merugi jika pimpinannya saja tidak disiplin, sering meninggalkan lokasi kerjanya. Semestinya jika maneger PLN nya ada pihaknya bisa menggali lebih dalam apa sesungguhnya yang menjadi permasalahan listrik di Empat Lawang, dengan begitu permasalahannya bisa segera diatasi dan dijadikan bahan kami ketika membahas anggaran, kemudian yang paling penting bisa langsung dilaporkan ke direksi PLN yang membidangi masalah pembangkit.

Namun dengan tidak adanya manejer rayon PLN Tebing Tinggi. Membuat pihaknya kecewa.” Saya melakukan kunjunga kerja ini untuk melihat dan mendengar langsung apa sesungguhnya yang menjadi permasalahan PLN Tebing Tinggi yang selalu byarpet (mati mendadak,red),” terangnya.

Selain itu Wahyu melanjutkan, Banyak temuan didaerah terutama didalam hal pelayanan, menerangkan bahwasanya pelayanan PLN itu tidak maksimal. Hal itu tentunya tidak bisa dibiarkan berlarut-larut, sebab jika itu dibiarkan maka secara otomatis permasalahan itu tidak akan pernah terselesaikan.”

Saya itu ingin bertemu langsung dengan manegernya supaya tau apa sebenarnya permasalahan listrik di Empat Lawang ini, dengan begitu akan bisa dipecahkan permasalahannya, kasarannya apapun masalah yang ada haruslah segera ditindak lanjuti apapun ceritanya, sehingga masalah dimasyarakat tidak simpang siur,” tutur Wahyu Sanjaya.

Jadi sejauh ini, keberadaan PLN itu cenderung membiarkan ketika tidak terjadi permasalahan, itu artinya setiap ada permasalahan dilapangan itu dilakukan evaluasi kemudian dilaporkan ke atasan, sehingga permasalahan itu bisa diatasi. Jika bicara tidak ada anggaran itu salah besar karena ditahun ini PLN dapatkan anggaran Rp 3,5 Triliun.

Yang pasti apapun ceritanya memasuki bulan romadhan tidak ada lagi, cerita pemadaman listrik.” Memang pegawai di PLN cenderung membiarkan permasalahan,” jelas Wahyu.

Hal senada juga disampaikan anggota DPRD Kabupaten Empat Lawang, Mulyono, ikut panas dengan pernyataan dari pegawai PLN ketika berkelit ketika ditanya masalah seringnya terjadi pemadaman, terutama disaat menjelang magrib.”

Semestinya kalian itu tidak perlu ngeles jika ditanya masalah pemadaman, cukup dijelaskan diakui serta dibicarakan secara bersama-sama apa sesungguhnya permasalahannya,” sesal Mulyono.

Setahu saya kata Mulyono, permasalahan dari semenjak Empat Lawang berdiri belum pernah kondisi listrik itu hidup 24 jam penuh. Permasalahan itu sudah lama terjadi tentunya dengan demikian haruslah dijadikan bahasan evaluasi untuk dapat diperbaiki.” Setahu saya kondisi listrik itu tidak pernah hidup penuh selama 24 jam,” jelas Mulyono.

Menanggapi hal itu suvervisot tehnik PLN Rayon Tebing Tinggi, Gema Sarbani, mengakui kalau pemadaman itu (Byarpet). Terkendala oleh jarak jaringan dari gardu induk (GI) Lahat ke Empat Lawang terlalu jauh, kemudian di juga ada persimpangan pembagian jalur, dan yang paling pokok itu sebagian besar jaringan itu melintasi hutan. Sehingga tidak jarang kondisi jaringan itu tertimpa pepohonan dan menjadikan konsleting, dengan begitu terjadilah pemadaman.

Untuk mengatasi, pihaknya sudah mensuplai tegangan dari Musi Rawas, tetapi tetap saja terjadi pemadaman, karenanya jika ada pemadaman pemulihan arusnya agak lambat. Memang kejadian itu sudah hampir Enam bulanan terjadi. Surat keluhan dan laporan sudah disampaikan ke Cabang, untuk mengatasi permasalahan listrik itu tidak lain adalah pembangunan GI.

“Memang permasalahan byarpet ini susah diatasi selama belum ada GI,”tukasnya.

 

Teks    : SAUKANI

Editor  : Muhammad G





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster