Pagaralam Bakal Jadi Pusat Rehabilitasi Narkoba

 286 total views,  2 views today

PAGARALAM, KS-Suasana alam yang begitu mendukung, berikut dibantu transportasi baik darat maupun udara yang lancar, Bumi Besenmah begitu cocok menjadi pusat rehabilitasi bagi pecandu narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba). Hal itu dikemukakan Walikota Pagaralam Hj Ida Fitriati Basjuni MKes, kemarin.

Menurut Walikota, pendirian pusat rehabilitasi narkoba untuk wilayah Sumatera di Kota Pagaralam, sebelumnya pernah diwacanakan. Namun, belum bisa terealisasi karena kala itu sarana pendukung terutama seperti transportasi dianggap belum mendukung.

“Bila diadakan pusat rehabilitasi di Pagaralam, tentunya kota ini sudah siap. Apalagi lokasi sudah kita siapkan tidak jauh dari bandara Atung Bungsu,” ujarnya.

Ida begitu yakin, bila telah berdiri pusat rehabilitasi di Bumi Besemah ini. Setidaknya,  mampu menampung para pencandu narkoba untuk direhabilitasi. “Sebagai wadah untuk mempercepat kesembuhan para pecandu narkoba, kita yakin Pagaralam begitu strategis dan mendukung,” jelasnya.

Lanjutnya, sebagai badan narkoba yang vertikal dan menjadi Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pagaralam adalah satu di antara empat Kabupaten dan Kota dari 17 Kabupaten kota di Sumsel. Kabupaten dan kota yang lain adalah Kota Prabumulih, Kota Lubuklinggau, dan Kabupaten Empat Lawang.

“Ya, daerah yang lain masih berupa BNK yang dikelola daerah itu sendiri,” paparnya seraya berujar untuk klinik pratama yang menangani rehabilitasi, hanya Kota Pagaralam dan Kota Prabumulih yang sudah ada kliniknya.

Ditambahkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Selatan Brigjenpol M. Iswandi Hari, pihaknya akan meninjau terlebih dahulu lokasi yang diberikan bagi pendirian pusat rehabilitasi narkoba. Ia mengakui sebelum ini Pagaralam memang sudah diwacanakan menjadi pusat rehabilitasi narkoba untuk wilayah Sumatera.

“Beberapa tahun silam, sarana dan prasarana transportasi seperti bandara belum dimiliki Pagaralam, sehingga pembangunanmya dialihkan ke Kota Batam. Begitu pula Gubernur Sumsel sendiri pernah mengatakan bahwa Pagaralam sekarang sudah bisa karena sudah punya bandara. Nantinya, setelah melakukan peninjauan saya akan laporan lagi ke Gubernur,” terangnya.

Tahun 2015 ini lanjutnya, Pemerintah Pusat melalui BNN Sumsel akan melakukan rehabilitasi sebanyak 2.431 pecandu Narkoba. “Dari 100 ribuan yang masuk program rehabilitasi BNN pusat, Sumsel kebagian 2.431 pecandu untuk rehabilitasi pada 2015 ini, dan program ini merupakan pertama kalinya,” kata Iswandi.‬

Sumsel sendiri meskipun pernah masuk zona merah peredaran narkoba, namun saat ini berada di peringkat 26 tingkat pengguna narkoba dari 34 provinsi di Indonesia. “Peredaran narkoba sekarang ini, Sumsel secara nasional termasuk wilayah dalam kategori darurat,” katanya.

Teks: Antoni Stefen

Editor : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster