Fraksi PDIP Empat Lawang Minta SKPD Utamakan Program Prioritas

 333 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG, KS – Pemotongan anggaran mencapai Rp 197 Miliar atau sekitar 24 persen dari APBD Empat Lawang 2015, menuntut pemkab Empat Lawang lebih selektif dalam menentukan program prioritas pembangunan.

Diketahui, pemotongan dana bagi hasil (DBH) migas, mengacu pada keputusan presiden nomor 36 tahun 2015. Imbasnya, akan mengurangi belanja langsung yang direncanakan pada APBD seluruh daerah. “Kita minta SKPD lebih teliti dan selektif menentukan skala prioritas program pembangunan, terkait pembangunan jangan memangkas kepentingan publik,” jelas Wakil Ketua DPRD Empat Lawang, Arifa’I, kemarin (11/5).

Fraksi PDI Perjuangan Empat Lawang kata Arifa’I, komitmen mendukung kebijakan pemerintah. Sebab, adanya pemotongan anggaran tidak luput dari kebijakan pembangunan skala besar. Contoh saja, rencana pembangunan tol Sumatera, serta kebijakan pemerataan pembangunan nasional.

Disisi lain sebutnya, segenap SKPD di Empat Lawang akan lebih efektif dalam pengelolaan anggaran. Sebab, kebijakan bukan pemangkasan, tapi pengalihan anggaran ke program nasioal yg lebih penting. Tak dipungkiri, tentu kebijakan pemerintah pusat berpengaruh pada pembangunan Empat Lawang. Sebab, akan banyak program dan pekerjaan tertunda akibat pemotongan anggaran.

“SKPD Jangan galau, segera tentukan skala prioritas yang akan dilaksanakan programnya 2015 ini,” jelas Arifa’I menambahkan, pihaknya segera n berkoordinasi dengan legislatif, terutama mitra SKPD. Agar tahu mana item-item program yang akan dipangkas.

Sejauh ini imbuhnya, belum ada laporan dari pihak SKPD, item mana yang akan dilaksanakan pada program kerja 2015. Dipangkas hanya belanja langsung dari total APBD Empat Lawang sekitar 24 persen. Yang jelas kita tekankan harus skala prioritas, yang dipangkas jangan sampai program unggulan bersentuhan dengan masyarakat.

Sebelumnya Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Empat Lawang Mgs A Nawawi menjelaskan, DBH Empat Lawang setiap tahun mencapai Rp 400 Miliar. Hal inilah yang menopang APBD Empat Lawang, namun 2015 ini ada pemotongan sekitar 24 persen atau Rp 190 Miliar lebih.

“Jelas ini akan berimbas pada pembangunan Empat Lawang,” kata Nawawi.

Menyikapi ini, pihaknya telah membahas pemotongan anggaran di seluruh SKPD dengan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) diketuai Sekda Empat Lawang, Dispenda, Bappeda dan BPKAD serta Kabag Pembangunan. “Kita bahas skala prioritas, tentunya menilai kegiatan mana akan didahulukan dan ditunda di 2015 ini,” tukasnya.

TEKS : SAUKANI

EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster