Pejabat Terjerat “Atung Bungsu” Empat Tersangka Proyek Amdal Lapter 2007

Sebuah Pesawat sedang mendarat di Lapter Atung Bungsu Pagaralam. / Foto : Antoni Stefen/KS

Sebuah Pesawat sedang mendarat di Lapter Atung Bungsu Pagaralam. / Foto : Antoni Stefen/KS

PAGARALAM, KS – Akhirnya satu persatu pejabat maupun mantan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Pagaralam mau tidak mau, berurusan dengan hukum. Diantaranya mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Pagaralam, berinisial MP, Senin lalu (27/4) dijadikan tersangka kasus proyek amdal Bandara Atung Bungsu tahun anggaran 2007 silam.

Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polresta Pagaralam menahan empat tersangka proyek amdal Bandara Atung Bungsu 2007 silam. Adapun keempat tersangka yang dilakukan penahanan, diantaranya mantan Kepala Dinas Perhubungan MP dan Sekretaris sekaligus merangkap PPK yakni RH. Selanjutnya dua tersangka lagi dari pihak ketiga PT Rekadaya Sentosa EMA dan SB.

Kapolresta Pagaralam AKBP Hendra Gunawan melalui Kasat Reskrim AKP JK Nababan, S.Sos dan Kanit Pidkor Brigpol Chandra Utama menjelaskan, pihaknya telah menetapkan keempat tersangka amdal pembangunan Bandara Atung Bungsu di Dinas Perhubungan tahun anggaran  2007 senilai Rp580 juta. “Pengalokasiannya  dinilai sia-sia saja alias fiktif, sehingga berdasarkan audit kerugian negara mencapai Rp580 juta,” ujarnya.

Ia mengatakan, keempat tersangka tersebut diduga kuat melakukan dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan dana kegiatan jasa konsultasi penyusunan dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) Bandara Atung Bungsu tahun 2007. “Keempat tersangka dikenakan pasal 2 Ayat 1 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 jo UU Nomor 20 Tahun 2001,” sebutnya.

Sementara untuk dua pelaksana dari PT Rekadaya Sentosa sudah lebih dulu ditahan. Mereka ditangkap di Jakarta Selatan pada tanggal 22 April 2015 dan ditahan pada 23 April. “Surat perintah penahanan dan penangkapan yakni Sp Kap/27/IV/2015/ Sat Reskrim Tanggal 22 April 2015 dan Sp Han/20/IV/2015/Sat Reskrim Tanggal 23 April 2015,” sambungnya.

Terpisah, Kuasa Hukum Tersangka Beatrics Rianti SH menjelaskan, untuk mantan Kepala Dinas Perhubungan Kota Pagaralam Median Piagam dan Sekretaris Ruslan masih penetapan. Namun, pihaknya masih belum jelas sehingga akan dikoordinasikan lagi. “Kita ditunjuk sebagai pendamping dan saat ini masih penetapan tersangka,” katanya, seraya menambahkan, untuk pihak pengembang memang sudah ditahan.

Diketahui, ada sejumlah pejabat yang menjadi tersangka dalam beberapa kasus, seperti korupsi Pembangunan Masjid, Badan Amilin Zakat (BAZ), serta korupsi Pakaian Linmas.

TEKS : ANTONI STEFEN

EDITOR : IMRON SUPRIYADI

 

 





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com