Tuah Jakabaring Bawa Indonesia Ke Semi Final

 223 total views,  2 views today

David Agung Susanto dan kawn-kawan mengibarkan bendera Indonesia setelah mereka mengalahkan pasangan Iran tiga set langsung di nomor ganda putra.

David Agung Susanto dan kawn-kawan mengibarkan bendera Indonesia setelah mereka mengalahkan pasangan Iran tiga set langsung di nomor ganda putra|POTO : IQBAL

PALEMBANG – Stadion Tenis Bukit Asam Jakabaring Sport City (JSC), Palembang membuktikan tuahnya kepada tuan rumah Indonesia kala menjamu Iran pada penyisihan Grup II kejuaraan dunia tenis Davis Cup 2015 Zona Asia-Oceania. Sekali lagi, Indonesia dengan bangga mengangkat raket dan mengibarkan Sang Saka Merah Putih di hadapan para pendukung ketika memastikan diri melaju ke babak semi final setelah menyingkirkan Iran.

Pada kejuaraan yang berlangsung selama tiga hari itu,tim Indonesia secara digdaya tampil impresif dengan menyapu bersih lima partai dengan skor telak 5-0. Panas terik mentari di langit Jakabaring tak menyurutkan semangat para petenis Indonesia demi meredam kekuatan sang lawan. Sesekali sorak-sorai dan tepuk tangan penonton meramaikan suasana stadion, mengapresiasi kepiawaian petenis Indonesia ketika berhasil mencuri poin demi poin dari Iran.

Keperkasaan tim tenis Indonesia memang tak bisa dipungkiri ketika mereka berlaga di Jakabaring, Palembang. Sejarah mencatat,  beberapa atlet tanah air berhasil mengumpulkan pundi-pundi emas ketika mereka  tampil di Jakabaring. Dua ajang multi event Asia Tenggara, SEA Games XXVI 2011 dan Asean University Games (AUG) ke-17 2014 menjadi bukti nyata bahwa Jakabaring memiliki energi positif bagi kekuatan Indonesia.

Di SEA Games XXVI 2011 silam, kontingen Indonesia sukses meraup tiga medali emas dan satu medali perak yang disumbangkan Christopher Benjamin Rungkat yang tahun ini tergabung dalam tim Piala Davis Indonesia. Tiga medali emas didapat dari nomor beregu putra, tunggal putra, serta ganda putra. Sedangkan perak dari ganda campuran bersama Jessie Rompies. Seperti diketahui, dalam kurun 10 tahun atau selama lima kali pagelaran SEA Games, Indonesia tidak pernah meraih medali emas. Namun saat berlaga di Jakabaring, Indonesia secara mengejutkan bisa menggondol tiga medali emas.

Tiga tahun kemudian, tepatnya Desember 2014 lalu, kontingen Indonesia kembali menambah perbendaharaan dengan dua medali  emas dalam ajang Asean University Games (AUG) 2014 yang ditukangi pelatih Roy Therik. Dua emas tersebut diperoleh  dari nomor beregu putri dan ganda putri, dan sekali lagi, ini menjadi torehan perdana Indonesia sejak 17 kali digelarnya pesta olahraga mahasiswa negara ASEAN tersebut.

Kini, kesuksesan Indonesia di dua ajang berbeda tersebut tampaknya telah menular pada Piala Davis tahun ini. Tim Indonesia yang diperkuat oleh Christopher Benjamin Rungkat, David Agung Susanto, Aditya Hari Sasongko dan Sunu Wahyu Trijati, setidaknya telah membuktikan bahwa Jakabaring tetaplah angker bagi lawan mereka. Iran tak dibiarkan keluar dari Jakabaring dengan kepala tegak oleh  Christoper Rungkat dan kolega.

Di hari pertama, Jumat (6/3) lalu, tunggal unggul pertama Indonesia Christopher Benjamin Rungkat sukses mengalahkan petenis unggulan kedua Iran Shahin Khalden dengan kemenangan telak(6-2, 6-1,6-0). Hasil serupa pun disusul Sunu Wahyu Trijati, tunggal unggul kedua Indonesia itu berhasil menghentikan perlawanan dari tunggal unggulan pertama Iran, Anoosha Shangholi dengan skor (6-3, 6-1,6-0).

Kemudian,Sabtu (7/3), Indonesia kembali menuai hasil maksimal di nomor ganda putra, Christoper Benjamin Rungkat yang berduet dengan David Agung Susanto berhasil menyudahi perlawanan pasangan Iran, Mandachi dan Anoosha Shangholi dengan kemenangan 3-0 (6-0,6-4,6-1).

Di hari terakhir, Minggu (8/3), dua tunggal Indonesia David Agung Susanto dan Aditya Harry Sasongko menyempurnakan kemenangan Indonesia. David Agung yang turun di laga pertama, mendapat tantangan berat dari petenis Iran Mohsen Hossein Zade sebelum akhirnya David menyudahinya dengan kemenangan dua set langsung (6-4,6-4). Begitu pula pada partai kelima, Aditya HarI Sasongko berhasil memukul mundur Shahin Khalden dengan skor 6-2,6-1.

Dengan hasil ini, praktis Indonesia memastikan langkah mereka melenggang ke babak semi-final grup II zona Asia-Oceania yang akan digulir bulan Juli 2015 nanti. Tim besutan Roy Therik ini akan menunggu pemenang antara Kuwait dan Pakistan yang saat ini masih melakoni pertandingan.

Pelatih Roy Therik mengungkapkan jika tim besutannya sudah siap secara mental menghadapi siapa saja di semi final nanti, apakah itu Kuwait atau Pakistan. Roy berharap, Christopher Rungkat dan kawan-kawan tetap tampil konsisten dengan penuh dedikasi dan komitmen tinggi dalam setiap pertandingan.

“Sepertinya kita akan menghadapi Pakistan. Tapi siapa pun lawan, kita siap menghadapinya dan bisa lebih baik dari hasil sekarang,” kata  Roy Therik.

“Saya sangat bersyukur memiliki empat pemain dengan (kualitas) sama baiknya, sehingga memudahkan saya dalam mengatur strategi. Semoga Indonesia berhasil menjuarai grup II,” sambung pelatih yang juga membawa Indonesia raih dua emas saat AUG lalu.

Sebelumnya, petenis andalan Indonesia Christo, sapaan akrab Christoper Rungkat, secara pribadi mengakui, kalau dia memiliki keterikatan emosional tersendiri ketika berlaga di Palembang. Karena di sini, ia pernah mengukir sejarah dengan menyumbangkan tiga medali emas dan satu perak untuk Indonesia saat berlaga di ajang multi event SEA Games 2011.

“Saya punya kenangan yang indah di Jakabaring, dan sekali lagi Jakabaring membuktikan keangkerannya dan bawa berkah buat saya. Dan sekarang juga saya bisa mengantarkan Indonesia lolos ke semi-final grup II Piala Davis,” kata Christopher Rungkat, petenis peringkat 579 dunia itu.

Petenis lainnya, David Agung Susanto mengakui jika hasil  yang diraih Indonesia tak terlepas berkat soliditas mereka antarpemain, pelatih serta jajaran manajemen yang ingin memberikan hasil terbaik bagi tanah air.

“Secara pribadi saya puas atas hasil ini, apalagi bisa membawa Indonesia lolos ke semi-final,” tutur David.

Sebelumnya, tim Indonesia memang punya kepercayaan tinggi bisa mengatasi perlawanan Iran. Mengingat, Indonesia punya track record bagus saat berhadapan dengan Iran. Mereka berhasil mengalahkan Iran 3-2 pada Piala Davis 2011 silam, di Shiroodi Sport Complex, Teheran, Iran.

Pelatih Roy Therik pun menegaskan kalau mereka punya persiapan matang dan tim mereka dalam keadaan kondusif. Selain itu, faktor tuan rumah menjadi sebuah keuntungan bagi Christoper Rungkat Cs lantaran mendapat support penonton dari luar lapangan. Terlebih, Roy meyakini kalau Jakabaring, Palembang masih tetap angker seperti di AUG 2014, dimana kala itu dia sebagai pelatih tim tenis Indonesia berhasil mempersembahkan dua medali emas untuk negeri ini.

TEKS : IQBAL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster