Sertu Dolly Menangis Usai Dipecat dari Kesatuan

 325 total views,  3 views today

Sertu Dolly (sebelah kiri) usai dipecat dari kesatuan. | Foto : Oscar Ryzal

Sertu Dolly (sebelah kiri) usai dipecat dari kesatuan. | Foto : Oscar Ryzal

PALEMBANG – Terbukti melakukan pemerkosaan terhadap Ch (27), istri dari kerabatnya sendiri, Sersan Satu (Sertu) Dolly Kialam, anggota Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) dari Detasemen Polisi Militer (Denpom) I/4 Bengkulu, dipecat dari kesatuannya, Jum’at (27/2).

Usai menerima pemecatan dan divonis hukuman satu tahun kurungan penjara, Sertu Doly pun meneteskan air mata, karena menyesali perbuatannya, Pemecatan ini terungkap dari persidangan yang digelar di pengadilan militer tinggi (Outmil) Palembang.

Diungkapkan Ketua Panitera Dilmil Palembang, Kapten Chk Tedi Markopolo, majelis hakim militer di Pengadilan Militer Tinggi Medan memang menerima upaya banding yang diajukan oleh Oditurat Militer, Mayor chk Sri Amansyah.

Upaya banding dilakukan oditur karena tidak puas dengan putusan majelis hakim Pengadilan Militer Palembang, yang tidak menyatakan pemecatan untuk Dolly.

“Ditingkat Pengadilan Militer Palembang, Dolly hanya divonis tahanan kota selama satu tahun dan tidak dipecat. Namun, di tingkat banding, Dolly diputus penjara satu tahun dan dipecat dari satuan,” kata Tedi.

Ujar Tedi, putusan Pengadilan Militer Tinggi Medan ini belum memiliki kekuatan hukum tetap. Pasalnya, usai putusan dibacakan di Pengadilan Militer Palembang, Dolly dengan tegas menyatakan kasasi.

Terkait kapan eksekusi penahanan untuk Dolly, Tedi mengaku belum tahu. Sampai belum adanya eksekusi, Dolly akan ditempatkan di sel tahanan Oditurat Militer Palembang. Jika nantinya sudah dieksekusi, Dolly akan ditempatkan di Lapas Merah Mata setelah adanya upacara pemecatan.

Putusan pemecatan oleh hakim militer Pengadilan Militer Tinggi Medan ini disambut positif oleh pihak keluarga Ch. Menurut pengacaranya, Redho Junaidi, pihak keluarga cukup puas dengan keputusan itu. Meski Dolly mengajukan kasasi, pihaknya yakin keputusan ini tidak akan berubah.

“Sebenarnya kami menginginkan hukuman maksimal untuk dia. Namun, keputusan majelis hakim militer di Pengadilan Militer Medan sudah mendekati asas keadilan, beda dengan putusan hakim di Pengadilan Militer Palembang yang menurut kami sangat tidak adil,” kata Redho.

Untuk diketahui, Dolly diduga sudah menyetubuhi Ch saat keduanya menginap di Hotel Pantai Panjang Bengkulu. Sebelum menyetubuhi Ch, Dolly diduga memberikan semacam obat bius sehingga tanpa perlawanan menyetubuhi Ch di kamar yang ditiduri Dolly.

 

TEKS      : OSCAR RYZAL

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster