Polres Muaraenim Amankan 7 Senpira

 137 total views,  6 views today

MUARAENIM – Sebanyak tujuh senjata api rakitan (senpira) serta belasan amunisi berhasil diamankan jajaran Polres Muaraenim dari gelar razia dan temuan barang bukti kasus curat dan penganiayaan.

Bahkan dua pucuk senpira laras pendek, ditemukan pihak kepolisian di dekat sesosok mayat beberapa waktu lalu di wilayah hukum Polsek Rambang Dangku beserta lima butir amunisi aktif.

“Dari tujuh senpira yang berhasil kita amankan, dua diantaranya diduga ada kaitan dengan kasus pembunuhan. Sementara  satu pucuk dalam ungkap kasus curas, serta yang laras panjang dalam ungkap kasus penganiayaan. Sementara tiga pucuk lagi hasil razia yang kita lakukan dalam rangka operasi Senpi Musi yang digelar dari tanggal 3 Februari hingga 3 Maret,” tutur Kapolres Muaraenim AKPB Nuryanto, Jumat (27/2).

Dengan masih maraknya ditemukan barang bukti senpira baik dalam razia maupun pengungkapan kasus, mengindikasikan masih maraknya peredaran senpira di wilayah Muaraenim.

“Kami sangat diharapkan untuk bersama-sama memutus mata rantai peredaran senpira tersebut. Apalagi saat ini, dari beberapa kejadian kasus curat dan curas yang dilaporkan ke pihaknya, para pelaku rata-rata membekali diri dengan senpira,” harapnya.

Terkait temuan dua pucuk senpira didekat jasad  yang sudah menjadi tengkorak beberapa waktu lalu, pihaknya mengindikasikan itu adalah kasus pembunuhan. Bahkan pihaknya saat ini sedang melakukan lidik dan sudah mengarah kepada satu tersangka.

Untuk itu, dirinya meminta kepada masyarakat yang masih menyimpan, memiliki atau menguasai senpira atau senpi organik tanpa izin, untuk segera menyerahkan kepada pihak yang berwajib.

“Jika ada warga yang menyimpan Senpira namun takut  untuk menyerahkan, maka silahkan menyerahkan kepada  pihak kepala desa atau camat dam kemudian akan diserahkan kepada pihak kepolisian. Saya menjamin warga tidak akan dikenakan sanksi pidana,” ucapnya.

Namum, sambungnya, jika kedapatan oleh petugas, maka akan dijerat dengan Undang-Undang Darurat dengan ancaman pidana penjara 12 tahun. Apalagi menurutnya jika senpira tersebut digunakan untuk kasus curat, curas, penganiayaan bahkan pembunuhan. Ancaman pidana akan semakin berat.

“Misal ada warga berkelahi, kemudian menggunakan senpira untuk menembak lawannya, itu bisa kita jerat dengan pasal 338 atau 340 KUHP, dan ancamanya bisa 20 tahun penjara, seumur hidup bahkan hukuman mati,” jelasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Muaraenim AKP Eryadi Yuswanto mengatakan, dari hasil lidik yang dilakukan terhadap para tersangka yang kedapatan membawa senpira tersebut, diduga senpira tersebut berasal dari luar Muaraenim.

Masih katanya, senpira tersebut dibuat dan dirakit di daerah  Ogan Komering Ilir (OKI) dan Musi Banyuasin.

“Lidik yang kita lakukan dugaan berasal dari sana, kalau di Muaraenim sejauh ini belum kita temukan indikasinya,” terangnya.
Teks        : SISWANTO

Editor       : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster