Miris, Ini Kisah Mawar yang Diperkosa Ayah Kandung, Anggota TNI, Hingga Tukang Ojek

 1,096 total views,  3 views today

Ilustrasi | Dok KS

Ilustrasi | Dok KS

“Sudah jatuh tertimpa tangga, itulah yang dialami Mawar (14), perempuan yaang masih dibawah umur ini diperkosa oleh ayah kandungnya sendiri, kisah pahit yang menimpanya tidak sampai disitu saja, Mawar dipekosa oleh pamannya, anak-anak penghisap lem aibon, Oknum anggota TNI, usai diperkosa Oknum TNI Mawar dijadikan pelacur, hingga akhirnya Mawar terpaksa menjual dirinya kepada 35 tukang ojek.”

PalembangKasat Rekrim Polresta Palembang, Komisaris Polisi (Kompol) Suryadi didampingi Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Iptu Imelda membeberkan, bahwa Pendiritaan Mawar ini terkuak, saat mawar ditemukan warga di bawa kawasan jembatan ampera, karena warga melihat Mawar digilir oleh anak-anak aibon.

Melihat Mawar yang tak berdaya diperlakukan tak senonoh. Akhir warga pun mengantarkannya ke Sentara Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Jum’at (11/2) pukul 23.00 WIB.

“Kejadian yang menimpa Mawar terjadi pada hari Rabu (11/2), lalu sekitar pukul 20.00. WIB Saat itu dirinya usai pulang dari rumah ayahnya yang ada di kota Palembang. Karena tak tahan sudah diperkosa sang ayah, iapun minggat dari rumah ayahnya yang bernama Umar,” bebernya.

Sementara itu dari pengakuan Mawar, Ibu dan ayah saya sudah cerai, setelah satu bulan percerian kedua orang tuanya, mawar mencari ayah saya di Palembang. Sebelum ke Palembang Mawar tinggal dengan nenek di Daerah Batu Raja.

Mawar yang telah mengetahui alamat ayahnya, memberanikan diri untuk pergi ke Palembang dengan menumpangi mobil Travel. Namun bukan perlakuan yang baik didapatnya saat bertemu dengan sang ayah. Selama satu minggu Mawar pun malah harus melayani nafsu bejat ayahnya.

“Ya tadinya saya pergi ke Palembang, ingin mendapatkan perlidungan dari sang ayah. Ingin disayangi seperti anak-anak yang lain. Tetapi sama saja, tidak di Batu raja tidak di Palembang, saya di perkosa. Saya pergi ke Palembang, karena sering diperkosa om saya (Wahyu),” tutur Mawar yang tak henti-hentinya meneteskan air matanya, saat menceritakan pristiwa tersebut.

Karena tak tahan terus diperkosa sang ayah, Mawar pun, Rabu (18/2), sekitar pukul 18.00 WIB, kembali kabur dari rumah ayahnya. Dengan bermodalkan uang Rp20 ribu, Mawar menumpangi bus pergi ke rumah temannya di kawasan Timbangan 32, Indaralaya. Namun saat tiba disana, teman yang dianggapnya bisa menolongnya pun tidak bertemu.

Namun sial, sudah lepas dari terkaman mulut harimau, lagi-lagi Mawar masuk terkaman mulut buaya, saat itu Mawar bertemu dengan oknum TNI itu (MY-red). Ia diajak berkenalan, tapi bukan pertolongan yang didapatnya. Bunga malah diajak jalan-jalan dan digauli sebanyak satu kali di kawasan Timbangan 32.

“Tiba disana saya tidak bertemu teman saya. Lama menunggu, ada seorang TNI Itu (MY-red). Dia mengajak saya berkenalan, lalu saya diajak jalan-jalan dengan diimingi mau dikasih pekerjaan. Tetapi setelah jalan-jalan, MY menggauli saya. Baru saya diantarkan di suatu tempat (masih di kawasan Timbangan 32-red) kepada germo yakni (Ama-red),” ungkap gadis yang berparas ayu ini.

Lanjut Mawar, usai diperkosa oknum TNI, Mawar dijadikan pelacur dan harus melayani nafsu bejat lelaki hidung belang.

“Sehari saya harus melayani 5 pria dengan tarif Rp120 ribu, tetapi sebelumnya saya disuntik dulu agar tidak hamil. Uangnya saya buat makan dan simpan, 20 ribu untuk bayar germo. Katanya untuk bayar sewa kamar,” ungkap Mawar.

Lanjut Mawar, tak tahan diperlakukan seperti itu, ia kembali kabur dari germo, Selasa (24/2), sekitar pukul pukul 19.30 WIB, menuju ke Palembang, kembali menumpangi bus. Setelah sampai diturunkan di bawa jembatan Ampera oleh sopir, Mawar yang tidak tahu harus kemana lagi, akhirnya bermalam di sana.

“Mau pulang kerumah nenek saya tidak diterima lagi, apalagi saat pergi ke rumah ayah, saya mencuri uang Rp150 ribu. Belum lagi harus melayani nafsu bejat om saya. Oleh karena itulah saya tidak tahu harus kemana lagi,” ungkap Mawar.

Mirisnya lagi, setelah bermalam di bawa Ampera, karena tidak ada uang untuk makan. Bunga terpaksa menjual dirinya dengan tukang ojek.

“Saya tidak tahu harus bagaimana lagi pak. Uang saya sudah habis, untuk makan terpaksa saya jual diri. Selama tiga hari terhitung ada 35 lelaki hidung belang (Tukang ojek) yang mengauli saya. Saya dibawa ke hotel Himalaya di kawasan 13 Ilir. Setelah dipakai, saya hanya dibayar Rp15 ribu, setiap orang,” beber Mawar.

Ketua KPAID (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) Palembang. Adi Sangadi mengatakan, membenarkan adanya laporan mengenai kasus Human Trafficking.

“Kini korban sudah diamankan di Komisi Perlindangan Perempuan dan Anak (KPPA) dan Perlindangan Perempuan dan Anak (PPA) Kepolisian Resort Kota Besat Palembang dan selanjutnya Mawar akan dibawa ke Dinas sosial. Disana nantinya Mawar akan dibina,” tukas Adi Sangadi.

 

TEKS         : OSCAR RYZAL

EDITOR     : FJ ADJONG

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster