Maret, Lintasan Sa’i dan Hotel Syariah Siap Dibangun

54 total views, 3 views today

PALEMBANG – Tahun ini Pemprov Sumsel akan mempercepat penyelesaian pembangunan kawasan terpadu embarkasi haji di komplek Asrama Haji Palembang. Yang mana di asrama haji pada saat ini, baru ada bangunan mock up pesawat dan replika Ka’bah. Sementara Pemprov sendiri akan menyelesaikan lagi pembangunan Lintasan Sa’i, Museum Sejarah Islam, dan Hotel Syari’ah.

Aisten III Bidang Kesra Setda Sumsel, Ahmad Najib menjelaskan, rencana pembangunan Embarkasi Haji ini sudah tercetus sejak beberapa tahun lalu, dan saat ini di kawasan asrama haji sudah terdapat mock up pesawat dan replika Ka’bah.

“Sekarang kita sedang memasuki tahap tender untuk pembangunan Lintasan Sa’i, Insyaallah pada Maret mendatang sudah siap dibangun mengingat kian banyaknya masyarakat Sumsel yang hendak berangkat ibadah haji,” ujar Najib usai Rapat Pembangunan Lintasan Sa’i, Hotel Syariah dan Museum Sejarah Islam di Pemprov Sumsel, Jumat (27/2).

Najib menambahkan, untuk pembangunan Lintasan Sa’i ini ditargetkan selesai pada Agustus mendatang. Mengingat pada bulan tersebut sudah memasuki persiapan manasik haji bagi calon jemaah yang akan berangkat ke tanah suci.

“Untuk biayanya sendiri saya kurang hafal, sebab dananya itu global. Setelah proses tender Lintasan Sa’i selesai, maka untuk tender Hotel Syari’ah dan Museum Sejarah Islam akan menyusul pada bulan-bulan berikutnya. Karena seperti arahan Pak Gubernur pada 2015 ini semuanya harus selesai,” kata Najib.

Sebelumnya, Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin mengatakan, di Indonesia terdapat enam embarkasi haji yang mana lima diantaranya dikelola oleh Kementerian Agama. Sedangkan satunya lagi ada di Sumsel yang dikelola oleh Pemprov Sumsel. Ia menuturkan, hal tersebut merupakan inisiatif untuk melengkapi embarkasi haji. Termasuk di dalamnya dengan membangun hotel syariah yang menyerupai hotel atau tempat penginapan di Arab Saudi.

Seperti pada mock up pesawat yang sudah ada saat ini, mock up tersebut dibangun sebagaimana aslinya pesawat Garuda Indonesia jenis Boeing yang biasa menerbangkan jemaah haji. Pada mock up pesawat, yang merupakan pertama kalinya serta satu-satunya pemda  yang memiliki fasilitas haji seperti itu. Mock up tersebut dibangun sebagaimana aslinya pesawat Garuda Indonesia Boeing 747-400 yang biasa menerbangkan jemaah haji.

Mock up ini dibentuk seperti yang asli, dengan fasilitas lengkap. Kami menganggap mock up pesawat ini penting karena biasanya jemaah haji merupakan orang-orang dari daerah yang tidak pernah naik pesawat sehingga biasanya ini menjadi masalah kecil. Karenanya disini jemaah akan diajarkan teknik saat penerbangan,” pungkasnya.

 

TEKS        : IMAM MAHFUZ

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com