kementan RI Siap Kembangkan Inovasi Pertanian di Pagaralam

9 total views, 3 views today

PAGARALAM – Upaya menopang perekonomian di Bumi Besemah ini, Kementerian Pertanian Republik Indonesia siap mendukung Pemerintah Kota Pagaralam dalam mengembangkan pertanian yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian di masyarakat.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Haryono pada acara Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman antara Balitbang Kementan RI dengan Pemkot Pagaralam menjelaskan, upaya Pemkot Pagaralam sejauh ini termasuk yang paling aktif mencari jalan memajukan bidang pertanian.

“Kami sepakat untuk menindaklanjuti visi dan misi Pemkot dengan menjalankan naskah kerjasama lebih lanjut. Pemkot telah melakukan sinergi, harmoni, dan simplisiti dalam upayanya menghubungi Balitbang Kementerian secara kontinyu. Karena itu kami memandang secara serius terhadap upaya kerjasama ini,” katanya.

Ia mengatakan, sejauh ini perkebunan kopi di Bumi Besemah ini masih bisa dikembangkan dengan pertanian lebih modern. Sehingga secara internasional kopi Pagaralam dapat lebih dikenal di mata dunia.

“Sebelumnya kami sudah menurunkan tim, kami melihat Kota Pagaralam dapat menjadi laboratorium lapak atau pusat pengembangan kopi dalam skala lebih luas,” tambahnya.

Walikota Pagaralam, Hj Ida Fitriati Basjuni menyampaikan dengan kopi dan padi menjadi andalan pertanian Pagaralam serta tanahnya yang sangat subur dan luas, cara bertani masih konvensional.

“Ya, musim panen dan masa menunggu antara masa panen menjadi masa tidak produktif. Pertanian di masa sela tidak tergarap sempurna. Karenanya pola pikir petani di Bumi Besemah ini harus diubah,” tegasnya.

Disampaikan Ida, saat ini perhatian dan prioritas pemerintah pusat adalah sektor pertanian. Dalam kurun 2015-2019, Presiden menargetkan antara lain produksi padi mencapai 82 juta ton, serta 24,1 juta ton kedelai.

Juga peningkatan beberapa komoditas pertanian lain seperti jagung, kentang termasuk juga produksi peternakan seperti daging.

Adapun mengenai nota kesepahaman dalam hal pengembangan inovasi pertanian dengan lingkup pembinaan, pengawalan dan pengembangan produksi tanaman pangan, holtikultura, perkebunan, peternakan, dan perikanan.

Juga dalam hal penyediaan benih sumber tanaman pangan untuk kepentingan laboratorium lapangan.

“Ya, kita memerlukan pengadaan dan pendampingan teknologi bidang pertanian, pendampingan sosial ekonomi dan kelembagaannya. Di samping tentu saja pemetaan citra satelit tentang kesesuaian lahan dan komoditi yang sesuai dan layak dibudidayakan di Pagaralam,” kata Ida seraya berharap semoga melalui MoU ini bantuan untuk pengembangan pertanian dapat terus berlanjut.

Pantauan di lapangan, prosesi MoU. Berlangsung baik dengan dihadiri unsur Muspida, juga dihadiri BPTP Provinsi Sumsel, Kepala SKPD, Tokoh Masyarakat serta Kelompok Tani yang ada di Bumi Besemah ini.

 

TEKS        : ANTONI STEFEN

EDITOR    :  FJ ADJONG





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com