Berkas Koruptor Samsat Lahat Dilimpahkan ke Kejaksaan

10 total views, 3 views today

PALEMBANG – Setelah dinyatakan lengkap (P21) oleh penyidik tindak pidana korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), berkas koruptor Samsat Palembang dilimpahkan ke pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Palembang, Jum’at (27/2).

Pelimpahan tersebut setelah penyidik tipikor Polda Sumsel mengetahui hasil audit kerugian negara yang dilakukan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Palembang mencapai Rp 1,4 miliar, dan penyitaan rumah mewah milik Aiptu Dadang yang berlokasi di Jalan Musyawarah, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Gandus Palembang, minggu lalu.

Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Eddy Purwatmo, melalui Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Sumsel, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Imran Amir, mengatakan, pihaknya secepatnya akan melakukan pelimpahan tahap satu terhadap berkas pemeriksaan Aiptu Dadang.

“Untuk jadwal pastinya kapan kita akan melakukan pelimpahan kita belum pastikan, namun secepatnya berkas pemeriksaan akan kita limpahkan karena kita menilai berkas sudah siap dilimpahkan,” kata Imran, Jum’at (27/2).

Dilanjutkan Imran, telah siapnya berkas tersebut lantaran beberapa aspek telah dipenuhi diantaranya keterangan saksi, kerugian negara bahkan barang bukti rumah yang telah disita pihaknya.

“Hasil audit sudah ada, bahkan penyitaan terhadap rumah serta lahan milik Aiptu Dadang pekan lalu itu bertujuan untuk melengkapi berkas pemeriksaan terhadap Aiptu Dadang untuk itu kita menilai berkas telah siap dilimpahkan,” ujarnya.

Dikatakan Imran, jika pihaknyaa berharap jika berkas sudah dilimpahkan bisa dinyatakan oleh pihak Kejati dan penyidik tipikor segera akan melakukan pelimpahan tahap dua, yakni pelimpahan tersangka dan barang bukti.

“Kita berharap bisa dinyatakan lengkap dengan sekali pelimpahan tahap satu, setelah itu akan kita lakukan pelimpahan tahap dua, yakni tersangka dan barang bukti agar kasus bisa cepat selesai,” ujar Imran.

Saat disinggung akankah ada tersangka lain, Imran mengatakan, pihaknya akan menunggu fakta di persidangan nanti. “Kita belum bisa menentukan adakah tersangka baru, kita tunggu saja fakta persidangan yang akan dijalani Dadang, Jika memang ada indikasi tersangka baru, penyidik kembali akan mendalami kasus ini,” pungkas Imran.

Untuk diketahui, kasus dugaan penggelapan pajak Samsat lahat tersebut terungkap setelah salah satu wajib pajak tidak bisa membayar pajak motornya dikarenakan nomor plat kendaraannya serta nomor pajak tak terdaftar, dari adanya penemuan tersebut wajip pajak melaporkan ke pihak kepolisian.

Menerima laporan tersebut, kasus dilimpahkan ke Polda Sumsel hingga ditindak lanjuti oleh Tipikor Polda Sumsel, dari pemeriksaan yang dilakukan terhadap saksi-saksi terkait, saat ini penyidik tipikor berhasil menetapkan empat tersangka, sementara tim audit BPK berhasil mengetahui kerugian negara dalam dua kasus tersebut sebesar Rp1,4 miliar.

 

Teks      : Oscar Ryzal

Editor    : Junaedi Abdillah

 

 





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com