Barongsai Naga ala Kodam II Sriwijaya

 770 total views,  2 views today

Regu Barongsai Naga Yonif 141/AYJP | Dok KS

Regu Barongsai Naga Yonif 141/AYJP | Dok KS

Danrem 044/Gapo Kolonel Inf Suko Basuki menyiapkan regu Barongsai Naga Yonif 141/AYJP dengan Danyonif 141/AYJP Letkol Inf Sunardi Istanto SH sebagai pembina, dengan personel 22 orang dipimpin oleh ketua tim pelatih Barongsai Naga Lettu Inf Hermawan S.

Saat ini sedang melaksanakan latihan bersama kelompok Barongsai Kuda Terbang Puncak Sekuning Palembang guna menyiapkan untuk berkolaborasi mempersiapkan pertunjukkan dalam rangka memeriahkan acara Cap Go Meh yang merupakan rangkaian dari hari raya Imlek 2015 yang akan digelar 2 Maret 2015 di lapangan Hatta Kota Palembang mewakili Kodam II/Sriwijaya.

Ketua Tim Pelatih Barongsai Naga Lettu Inf Hermawan ditemui di sela-sela latihannya di Makorem 044/Gapo, Jumat (27/2) menyampaikan, bahwa pelatihan tarian Barongsai Naga ini dilaksanakan mulai tanggal 10 Februari 2015 sampai dengan pelaksanaan hari Cap Go Meh. Hal ini merupakan wujud menjalin kebersamaan antar etnis yang beragam serta memupuk saling memiliki antar komponen bangsa.

Cap Go Meh secara harfiah berarti melambangkan hari ke-15 dan hari terakhir dari masa perayaan Tahun Baru Imlek bagi komunitas Tionghoa di seluruh dunia. Istilah ini berasal dari dialek Hokkien yang berarti hari ke-15 dari bulan pertama (Cap = Sepuluh, Go = Lima, Meh = Malam). Hal ini dipercaya oleh masyarakat keturunan Tionghoa sebagai masa perayaan Tahun Baru Imlek yang berlangsung selama 15 hari.

Sekilas tentang tarian Barongsai Naga ini, adalah tarian yang dimainkan oleh satu regu personel memainkan naga-nagaan yang diusung dengan belasan tongkat. Penari terdepan mengangkat, menganggukkan, menyorongkan dan mengibas-kibaskan kepala naga-nagaan tersebut yang merupakan bagian dari gerakan tarian yang diarahkan oleh salah seorang penari.

Terkadang bahkan kepala naga ini bisa mengeluarkan asap dengan menggunakan peralatan pyrotechnic. Para penari menirukan gerakan-gerakan makhluk naga ini berkelok-kelok dan berombak-ombak. Gerakan-gerakan ini secara tradisional melambangkan peranan historis dari naga yang menunjukkan kekuatan yang luar biasa dan martabat yang tinggi. Tari naga merupakan salah satu puncak acara dari perayaan Imlek di pecinan-pecinan di seluruh dunia.

Naga dipercaya bisa membawa keberuntungan untuk masyarakat karena kekuatan, martabat, kesuburan, kebijaksanaan dan keberuntungan yang dimilikinya. Penampilan naga terlihat menakutkan dan gagah berani, namun ia tetap memiliki watak yang penuh kebajikan. Hal-hal inilah yang pada akhirnya menjadikannya lambang lencana untuk mewakili kekuasaan kekaisaran.

Tari Barongsai Naga ini berasal dari zaman Dinasti Han (tahun 180-230 SM) dan dimulai oleh orang-orang Tionghoa yang memiliki kepercayaan dan rasa hormat yang besar terhadap naga. Dipercaya bahwa pada mulanya tarian ini adalah bagian dari kebudayaan pertanian dan masa panen, disamping juga sebagai salah satu metode untuk menyembuhkan dan menghindari penyakit. Tarian ini sudah menjadi acara populer di zaman Dinasti Sung (960-1279 M) dimana acara ini telah menjadi sebuah kebudayaan rakyat dan, seperti barongsai, sering tampil di perayaan-perayaan yang meriah.

 

TEKS      : ARDHY FITRIANSYAH

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster