Singapura, Negara Paling Tegas Terhadap Korupsi

 199 total views,  2 views today

ilustrasi

ilustrasi

Hakim tinggi M Eka Kartika mengungkapkan, penegakan hukum dan pengawasan kepengadilan memang sudah seharusnya dilakukan oleh pihak eksternal tak hanya pengawasan secara internal. Dirinya menuturkan negara di Asia adalah Singapura yang merupakan Negara Asia yang paling tegas terhadap korupsi.

“Tapi Singapura juga malah jadi pelindung bagi koruptor Indonesia, saya juga bingung, malah mau dijadikan warga disana, hal ini kan artinya ada kontradiktiflah,” ucapnya.

Dirinyanya sudah menggeluti dunia hakim karier selama 30 tahun bertugas, menilai pengawasan secara eksternal akan jauh lebih terbuka dibandingkan pihak pengawasan internal. Akan tetapi dirinya terkadang menilai Komisi Yudisial tak hanya mengawasi Hakim saja, tapi malah seperti KPK sekarang, yang banyak mengekspos kesalahan saja,kalau soal lain tidak diekspose.

“Salah satu cara menghindari tindak korupsi dikalangan hakim saat ini dengan kenaikan tunjangan, dimana seperti saya dulu Rp 9 juta sekarang Rp 31 juta, kalau gaji cuma Rp 6 juta. PPH atau honor tidak boleh lebih dari Rp 500ribu, kalau ada laporkan bisa kena pidana,” tegas dia.

Ia berkata, sekarang ini korupsi itu semuanya. Dari petani sampai pejabat hingga orang yang berjanggut janggut seperti kiai itu.

“Terus terang kalau rem saya sebelum ada Komisi Yudisial adalah istri saya. Saya juga kalau dihumas, jika ada tamu mau ketemu hakim saya suruh pulang, jangan sampai terjadi tindak korupsi,” tambahnya.

Dirinya juga mengungkapkan, karena sekarang tunjangan sudah besar, sekarang banyak hakim terjebak ditawaran sex atau wanita. Dan harusnya pengawasan terhadap Hakim itu dari hal yang sekecil kecilnya. Bukan hanya dari hal hal yang digariskan.

“Pengawasan Hakim itu harus ada yang melekat,yakni diri sendiri dan teman serekan,saling mengingatkan. Dengan naik tunjangan,tidak ada lagi alasan melakukan kesalahan apalagi korupsi. Terlebih Komisi Yudisial diberikan kewenangan memberhentikan Hakim. Tapi kalau yang namanya sangsi baik Komisi Yudisial maupun MA, dicopot tunjangan itu sangat berat. Pengawasan hakim sudah ketat sekarang,” terang Eka.

Masih kata dia, seperti untuk kelas 1A khusus seperti di Palembang ini,tidak akan jadi kalau ada rapor merah atau laporan.

“Saat ini kita tidak hanya menginginkan Hakim yang pintar,tapi menginginkan Hakim yang bermoral. Saya menghimbau bukan berarti ketika dilakukan pengawasan takut mengambil keputusan. Kalau harus dihukum ya hukum,kalau bebas ya dibebaskan,” ia berujar.

Bergeserkah Ideologi Media?

Pimpinan Redaksi Harian Umum Kabar Sumatera Imron Supriadi menyikapi diskusi terbatas tersebut membenarkan jika tindakan korupsi sudah seharusnya dilawan secara bersama sama. Begitupun pula dengan peran media dalam peradilan dan korupsi yang pada akhirnya kembali ke kontrol sosial akan tetapi memang tergantung pengelola media dan peran serta redaksional yang ada.

“Bahkan, ada media yang membuat sesuatu hal benar menjadi salah, salah menjadi benar, pergeseran ideologi media yang saat banyak sudah terjadi. Seperti kebiasaan lembaga atau orang yang memberikan amplop kepada wartawan justru akan membuat budaya koruptor dan membuat keranjingan,” ungkap dia.

“Media itu di dalamnya banyak tekanan, ideologi, kepentingan owner,kepentingan industri. Kalau tidak siap akan mental atau mundur dengan sendirinya. Tantangan di Media menjaga kode etik kami. Namun juga praktek praktek 86 dilakukan banyak oleh oknum bukan atas nama Media,” tambah Imron.

Hal lain juga diutarakan Imron mengenai anggapan wartawan yang kadang kadang dibilang kebal, kecuali narkoba,selingkuh dan beberapa hal lainnya dengan harus dimediasi dulu oleh dewan pers.

“Soal amplop saya berpikir tergantung intergritas, bukan hanya dari gaji saja. Siapapun kita harus menjaga moralitas. Melakukan kontrol dan pengawasan dengan maksimal terlebih dalam tindak korupsi, membangun intergritas dari dunia pendidikan,” imbuhnya.

 

TEKS      : ARDHY FITRIANSYAH

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster