Setiap hari, 50 Nyawa Pengguna Narkoba “Melayang” Sia-sia

 119 total views,  3 views today

Ilustrasi | Dok KS

Ilustrasi | Dok KS

PALEMBANG – Penyalahgunaan narkoba bisa menyerang siapa saja tanpa mengenal usia dan jabatan, dalam sehari, 50 jiwa di Indonesia meninggal akibat penyalah gunaan narkoba, dimana dari 4,5 juta pengguna narkoba yang ada di Indonesia, 22 persen diantaranya adalah masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel).

Hal ini diungkapkan oleh Kusmaneti Kabid Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumsel, saat menyampaikan dialog interaktif informasi penerangan Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) tentang pola hidup sehat bersama penyuluh agama dan tokoh agama dari seluruh Kecamatan di Palembang, yang diselenggarakan di BNN Sumsel, Kamis, 26/2.

Mengingat besarnya bahaya narkoba, maka secara khusus BNN Sumsel mengharapkan peran aktif dari Penyuluh Agama untuk terlibat aktif dalam pencegahan penggunaan narkoba, dengan cara memberikan pengetahuan dan informasi kepada masyarakat sekitar tentang bahaya dari narkoba.

Ia berkata, penyuluh agama dapat memberikan dampak positif dalam meminimalisir penyalahgunaan narkoba, dimana selama ini mereka yang terjun langsung di tengah-tengah masyarakat.

“Tidak bisa dipungkiri, penyuluh agama merupakan orang yang bisa merubah pola pikir bagi masyarakat selama ini,”ungkapnya.

Selain mencegah penyalah gunaan narkoba, dengan memiliki mitra dengan penyuluh agama, mereka dapat merubah paradigma masyarakat tentang pengguna narkoba yang selama ini dianggap penjahat.

“Kita harus dibimbing mereka, jangan membenci, karena bagaimanapun, mereka masih mempunyai masa depan yang lebih baik, “katanya.

Kusmaneti menjelaskan, Kebanyakan kasus terjadi berawal dari coba-coba dan ikut temannya. Terlebih lingkungan sangat sangat mempengaruhi. Jadi kecendrungan pengguna di kalangan pemuda di lingkungan sangat besar,

Dari hasil penelitian BNN, Sumsel termasuk peringkat ke- 26 di Indonesia, menurun dari tahun sebelumnya yang berada di peringkat ke-15, namun demikian, meski secara peringkat mengalai penurunan, akan tetapi pengguna narkoba di Sumsel tetap meningkat.

“Secara peringkat menurun, tapi penggunaan nya terus meningkat, jadi di daerah lain juga semakin meningkat yang menggunakan narkoba,”katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Sitti Fatimah, perwakilan dari Kejaksaan Tinggi Sumsel yang juga hadir sebagai pembicara mengatakan, bagi pengguna narkoba hendaknya melapor ke BNN agar dapat diberikan rehabilitas, dikarenakan, kalau sebelum melapor dan tertangkap, maka akan dijatuhi hukuman

“Kalau ngelapor kita tidak berikan pidana, tapi kalau sudah tertangkap pasti akan di proses secara hukum,”ujarnya.

Menurutnya, 60 persen di lapas merupakan mereka yang tersandung dengan kasus narkoba. Ini membuktikan tingkat penyalah gunaan narkoba sangat banyak.

“Sangat banyak, jadi kita harus mencegahnya dimulai dari lingkungan kita sendiri agar tidak akan berkembang lagi khususnya di Sumsel,”tutupnya.

 

TEKS      : ANDI HARYADI

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com