10 Tahun di ‘PHP’, Satpam PT Medco Gantung Diri

 479 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

PALEMBANG – Putus asa, membuat Thamrin (50), warga Jalan Talang Jambi, Perumahan Aulia Cendikia, Blok F2, Kelurahan Talang Jambi, Kecamatan Sukarami Palembang, nekad mengakhiri hidupnya gantung diri, Kamis (26/2) pukul 14.15 WIB. Penyebabnya, karena sepuluh tahun bekerja di PT Medco dan tak dapat kepastian diangkat menjadi karyawan tetap.

Pria yang bekerja sebagai security di PT Medco ini, pertama kali ditemukan tewas oleh Musniati (32), office boy PT Medco yang berada di Jalan Gajah Mada, RT 25, RW 09, Kelurahan Talang Semut, Kecamatan Bukit Kecil Palembang.

Diceritakan Musniati, warga Pendopo Talang Ubi, Kabupaten Pali ini, awalnya hendak membersihkan lantai. Saat itulah, ia melihat korban berdiri di depan kursi. Ia dibuat terkejut, karena setelah mendekat, korban ternyata telah gantung diri dengan tali jemuran yang diikat ke leher dikaitkan ke besi tangga mess.

Jajaran Polsek Ilir Barat I Palembang dan SPKT Polresta Palembang yang mendapat informasi penemuan mayat tersebut, bersama Tim Identifikasi langsung meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), dari olah TKP korban yang masih menggunakan pakaian lengkap satpam, baju putih dan celana biru itu murni gantung diri.

Meski sempat curiga karena kaki korban menyentuh tanah, korban dinyatakan murni gantung diri setelah melihat lidah korban yang menjulur saat tali masih menggait di lehernya serta sperma korban yang keluar usai divisum di kamar jenazah Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang.

Saat ditemukan tewas, petugas kepolisian menemukan surat wasiat, yang menjelaskan korban nekad menghabisi nyawanya sendiri karena ketidak jelasan nasibnya sebagai karyawan PT Medco.

“Dari surat ditinggalkan korban, tidak ada kepastian pengangkatan setelah ia bekerja tahun 2005 hingga sekarang (sepuluh tahun bekerja,red). Dia merasa sehat karena sudah dua kali check up dan tidak menderita sakit jantung. Tulisan ditinggalkan itu memang tulisan korban karena sudah dicocokan dengan tulisan dibuatnya di buku mutasi,” beber Kanit Reskrim Polsek Ilir Barat I, Inspektur Polisi Satu (Iptu) Mukhlis.

Dijelaskan, korban memang benar baru gajian sebelum memilih gantung diri. Pasalnya, dalam dompetnya ditemukan uang sebesar Rp1,8 juta.

Sayangnya, tidak didapat konfirmasi dari pegawai PT Medco yang berada di lokasi kejadian.

Selain tidak mau memberikan keterangan, beberapa satpam yang berada di lokasi juga terlihat tertutup. Selain melarang awak media masuk ke dalam lokasi dengan menutup pagar, seorang satpam pun sempat melarang awak media mengabadikan gambar.

“Tolong jangan ambil gambar ya mas,” kata seorang satpam yang sedang berada di TKP.

 

TEKS        : OSCAR RYZAL

EDITOR    : FJ ADJONG





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster