Todong Pelajar SMP, Sopir Bus Kota Ditembak

 188 total views,  2 views today

ilustrasi | Ist

ilustrasi | Ist

PALEMBANG – Mencoba kabur saat akan ditangkap, Iwan Apriansyah (22), pelaku penodongan terhadap pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP), dihadiahi timah panas petugas Sat Reskrim Kepolisian Resort Kota Besar (Polresta) Palembang.

Warga Jalan Talang Banten, Lorong Flamboyan, RT 10, Kelurahan 13 Ulu, Kecamatan Sebrang Ulu II ini ditangkap oleh Unit Pidum Polresta Palembang, pimpinan Iptu Robert P Sihombing, pukul 12.00 WIB.

Tidak hanya meringkus Apriyansyah, petugas juga berhasil mengamankan pelaku penodongan lainnya yang berinisial RAM (16), warga Jalan Talang Ratu, Km 5, Kecamatan Sukarame.

“Kedua pelaku diamankan dua jam usai penodongan. Barang bukti Handphone (HP) Samsung Galaxy Chat berhasil didapat dari tersangka Iwan,” beber Roberth P Sihombing.

Informasi yang dihimpun, kedua pelaku menghentikan dua orang pelajar yang tengah melintas diatas jembatan Pusri, Jalan Jendral Sudirman. Kedua pelajar dimaksud, Yos Sudarso (14), warga Gang Senja, Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan SU I serta rekannya Derianto (14), warga Jalan SH Wardoyo, Lorong Kencana, Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan Sebrang Ulu I.

“Waktu pulang dari IP nyari tas, diatas jembatan kami dituduh pelaku nginjak kaki mereka, padahal tidak ada. Terus wajah Deri dipukul, jadi saya belari,” ujar Yos saat melapor.

Saat ditinggal sendiri, kedua pelaku langsung meminta ganti rugi. Salah satu pelaku menurut Deri langsung mengambil sendiri HP dalam kantong celana kirinya kemudian pergi.

Saat hendak pulang, Deri yang bertemu dengan temannya Yos diatas jembatan Ampera, memilih melapor ke petugas yang ada di Pos Polisi Bundaran Air Mancur (BAM).

Mendapat informasi dari dua pelajar SMP Azharia tersebutn petugas Pos Polisi langsung meminta bantuan Unit Pidum yang langsung bergerak mencari keberadaraan kedua pelaku.

Pelaku akhirnya didapat saat berada diatas Bus Kota jurusan Km12 -Plaju di kawasan Jalan A Yani. “Cuma iseng saja. Hp itu mau dijual, uangnya buat foya-foya,” ucap Iwan yang residivis narkoba, terbuang dua tahun akibat terjerat kasus narkoba tahun 2004 silam.

Sementara RAM mengaku hanya ikut karena diajak Iwan. Ia baru kenal dua hari dengan Iwan yang awalnya mengajak dirinya bekerja sebagai kenek. “Saya hanya diajak Iwan, jadi cuma ikut-ikutan saja,” kata pemuda yang putus sekolah ini.

 

Teks      : Oscar Ryzal

Editor    : Junaedi Abdillah

 


TAG



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster