Tingkat Kepatuhan Hotel “Melati” Rendah

 51 total views,  3 views today

PALEMBANG – Kepala Bidang Retribusi, Dinas Kebersihan Kota (DKK) Palembang Agus Salim mengaku, tingkat kepatuhan pengusaha Hotel Melati atau hotel menengah kebawah yang ada di Palembang, terkait pembayaran retribusi sampah masih rendah. Walaupun, sebagai sudah taat aturan.

“Ya kesadaran mereka (Hotel Melati) untuk membayar retribusi sampah rendah. Tapi, tidak semuanya,” ungkapnya, saat dibincangi, di ruang kerjanya, Rabu (25/2).

Kata Agus, biaya retribusi bagi usaha Hotel Melati di bedakan dalam tiga jenis yakni, Melati kelas 1 dengan biaya Rp100 ribu per bulan, Melati kelas dua dengan biaya Rp125 ribu per bulan dan Melati kelas 3 dengan biaya Rp150 ribu setiap bulannya.

“Biaya retribusi Hotel Melati ini termasuk rendah, jika dibandingkan dengan hotel bintang yang mencapai Rp1 juta setiap bulannya. Tapi, walaupun demikian, kepatuhan mereka masih kurang,” ujarnya.

Agus menyebutkan, berbagai upaya telah dilakukan pihaknya dalam melakukan penagihan terhadap pengusaha Hotel Melati yang tersebar di semua Kecamatan di Palembang. Tapi, nyatanya tingkat kesadarannya masih kurang.

“Upaya yang kami lakukan secara persuasif artinya pendekatan. Tidak bisa langsung, karena mereka beralasan tidak bisa membayar karena pengujung sepi. Tapi, bagaimanapun caranya retribusi sampah wajib dibayar. Karena, sudah ketentuannya dalam Peraturan Daerah (Perda) sampah,”sebutnya.

Ujar Agus, untuk meningkatkan kesadaran terhadap pengusaha Hotel Melati, pihaknya rutin melakukan sosialisasi. Sehingga, mereka memahami pentingnya membayar retribusi.

“Retribusi sampah ini masuk kedalam Pendapatan Asli Daerah (PAD), karena pembangunan yang ada di Palembang hasil dari pajak dan retribusi yang dibayarkan masyarakat itu sendiri,”akunya.

Walaupun demikian, sebut Agus, pencapaian target retribusi sampah tahun 2014 lalu melebihi target yang ditentukan yakni Rp4,21 miliar menjadi Rp4,27 miliar.

“Kita over target tahun lalu. Dengan persentase 101 persen. Sementara target tahun 2015 ini sama dengan tahun lalu yakni Rp 4,21 miliar. Mudah-mudahan tahun ini bisa over target kembali,” katanya.

 

TEKS      : ALAM TRIE MARSATA

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com