Sumsel Dukung Pusat Stabilkan Harga Beras

 379 total views,  2 views today

Suasana Teleconference dengan Presiden Joko Widodo dalam Peluncuran dan penyaluran Raskin serentak di empat Kota Besar, yakni Palembang, Surabaya, Bandung, dan Bali di Perum Bulog, Jalan Kol. H Burlian Palembang, Rabu (25/2). | Foto : Bagus Kurniawan/KS

Suasana Teleconference dengan Presiden Joko Widodo dalam Peluncuran dan penyaluran Raskin serentak di empat Kota Besar, yakni Palembang, Surabaya, Bandung, dan Bali di Perum Bulog, Jalan Kol. H Burlian Palembang, Rabu (25/2). | Foto : Bagus Kurniawan/KS

PALEMBANG – Setelah melambungnya harga beras di pasaran kota-kota besar di Indonesia, membuat Pemerintah Pusat untuk menstabilkan harga beras dengan melakukan Operasi Pasar serta mendistribusikan beras raskin di daerah-daerah padat penduduk

Secara bertahap, saat ini pendistribusian raskin dan peluncuran operasi pasar dengan menyalurkan beras dari Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) yang ada di empat Kota Besar, yakni Palembang, Surabaya, Bandung, dan Bali.

Presiden RI, Joko Widodo melalui sambungan teleconference mengatakan, pendistribusian raskin dan operasi pasar dilakukan untuk menstabilkan harga beras di pasaran agar kembali normal.

“Saat ini stok beras nasional ada sekitar 1,4 juta ton dan diperkirakan masih bertambah sampai masa panen berikutnya. Dan saat ini baru kita salurkan 300 ribu ton duhulu melalui kota-kota tadi agar beras murah bisa disalurkan ke warga dan ke pasar-pasar,” kata Jokowi dalam sambutannya melalui sambungan teleconference di Jakarta, Rabu (25/2).

Jokowi melanjutkan, pemerintah pusat juga akan terus membantu, mengawasi penyuplaian beras ke pasar tidak terhenti dan tidak mengalami kelangkaan. Sehingga harga beras yang ada di pasar tidak mengalami kenaikan yang menyebabkan masyarakat kesulitan untuk membeli beras.

Kepala Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Sumsel, Basirun mengungkapkan, kemarin pihaknya telah mendistribusikan sebanyak 126 ton raskin yang disalurkan ke 14 Kelurahan di Palembang. Kemudian, telah melakukan operasi pasar dengan menjual beras murah bagi warga.

“Dalam operasi pasar ini, ada 4 ton beras yang disebar di tiga titik pasar, yaitu Pasar Lemabang, Pasar Cinde, dan Pasar 16 Ilir Palembang. Harga yang kita berikan ialah Rp7500 per Kilogramnya,” ungkap Basirun usai melakukan teleconference dengan Jokowi di Perum Bulog, Jalan Kol. H Burlian Palembang, kemarin.

Basirun menegaskan, bagi masyarakat sendiri jangan terlalu khawatir dengan susahnya membeli beras. Sebab, pihaknya meyakinkan stok beras masih aman hingga bulan-bulan yang akan datang.

“Sementara ini, operasi pasar baru kita sebar di tiga titik dahulu. Kalau ada banyak permintaan dari masyarakat, maka kita bersedia menambah kegiatan ini,” katanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumsel, Permana mengatakan, ada empat point yang harus dijaga terkait permasalahan beras. Yakni, menjaga ketersediaan pasokan beras baik itu raskin premium, operasi pasar, dan sebagainya yang beredar di Sumsel khususnya di Palembang.

“Kemudian, mengembalikan harga yang memang mengalami kenaikan walaupun tidak signifikan,” kata Permana.

Untuk Sumsel, menurut dia, tidak perlu khawatir lantaran Sumsel surplus beras bahkan beras dari Sumsel dikirim ke Bengkulu, Jambi, dan Lampung. Memang, beberapa waktu lalu, terjadi permasalahan di sentra produksi beras Sumsel seperti OKU Timur dan Musi Rawas yang kebanjiran.

“Kondisi ini menyebabkan terganggunya distribusi beras. Kalau untuk stok beras aman,” ungkap Permana.

Mengenai pemantauan harga beras di pasar, petugasnya selalu melakukan pemantauan setiap hari ke berbagai pasar di Palembang. Hal inilah yang selalu dilakukannya setiap hari, bahkan ditingkatkan efektivitasnya.

 

TEKS        : IMAM MAHFUZ

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster