Sebulan Beroperasi, Galian C Ulu Malus Ditutup

 187 total views,  2 views today

Tim Pemkot dan Yustisi saat meninjau galian C yang akan ditutup pemkot. | Dok KS

Tim Pemkot dan Yustisi saat meninjau galian C yang akan ditutup pemkot. | Dok KS

LUBUKLINGGAU – Tim Terpadu dan Tim Yustisi Pemkot Lubuklinggau meminta keberadaan tambang galian C (kuari) milik PT Baniah Rahmat Utama, yang hampir sebulan ini beroperasi di dekat jembatan Sungai Malus Dusun Ulu Malus, Kelurahan Petanang Ulu, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, ditutup.

Rombongan melihat langsung kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Malus sepanjang 100 meter tepat dibibir sungai. Tim diketuai Asisten 1 H Fajarudin, Kasat Pol PP Elbaroma, Kepala Lingkungan Hidup Herdawan, Kabag Hukum Hendri, Kabag Pembangunan Emra Endi, Bidang Tamben Dinas PU, Misno Sarman, Camat Burhanudin dan Lurah Petanang Ulu Mabin.

Fajarudin usai mengecek lokasi menyatakan, pihaknya akan membuat surat dan rapat lanjutan terhadap pengrusakan ini.

“Kami minta operasi kuari dihentikan dulu. Kami akan tindaklanjuti temuan di lapangan termasuk seluruh sektor mulai dari lingkungan, tata ruang, PAD dari hasil ini layak atau tidak diterbitkan izin,” ujarnya.

Ditambahkannya, pemkot segera menyurati perusahaan untuk stop dulu sembari menunggu proses selanjutnya.

“Kalau dari kajian lingkungan hidup itu tidak layak diberikan izin karena merusak lingkungan,” tambahnya.

Sebelumnya sempat mewawancarai warga setempat Dirum, warga yang ditemui sedang mencuci pakaian di sungai mengaku, sudah hampir sebulan ini air sungai keruh.

“Kakla la sebulan kami mandi ayo keruh. Men bilek ayo kak pacak minom langsung, bersih jernih nia,” jelasnya dengan logat daerah.

Sementara Masli Ketua RT6 Ulu Malus mengaku, bahwa lahan tersebut milik Saubi warga setempat.

“Persisnya kami tidak tahu tanah tersebut dijual atau dikontrak. Memang infonya, setiap dump truk yang masuk dikenakan Rp15 ribu perangkutan. Kalau truk yang masuk puluhan jumlahnya, kami minta agar sungai tidak dirusak. Apalagi aktivitas kendaraan Baniah ini menganggu akses dan kasihan anak sekolah yang hendak pergi dan pulang sekolah, karena harus berlumur lumpur,”pungkasnya.

 

TEKS        : SRI PRADES

EDITOR    : FJ ADJONG





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster