Ombudsman Belanda Sidak ke Dinsos Sumsel

 341 total views,  2 views today

PALEMBANG – Pihak pengawas asal Belanda atau Ombudsman of Netherland secara mendadak mendatangi kantor Dinas Sosial Sumsel. Kedatangan mendadak dua orang anggota Ombudsman Belanda tersebut, DR. Stephan Sjouke dan Jan Prins sempat membuat kaget seluruh pegawai, termasuk Kadinsos Sumsel, Apriadi.

Kepala Perwakilan Ombudsman Sumsel, Indra Zuardi yang mendampingi Ombudsman of Netherland mengaku sengaja melakukan Inspeksi Mendadak (sidak) untuk melihat sejauh mana pelayanan publik yang dilakukan salah satu dinas Pemprov Sumsel ini.

“Saat ini, kita tengah menggelar Rapat Kerja (Raker) Ombudsman wilayah barat Indonesia yang terdiri atas lima perwakilan. Kita sengaja mengundang ombudsman dari Belanda dalam raker tersebut,” tegas Indra, usai kunjungan, kemarin.

Ombudsman Sumsel dan Belanda sendiri memilih Dinsos Sumsel lantaran, Dinsos merupakan dinas yang intensitas komunikasi dan koordinasinya cukup tinggi, baik itu dengan masyarakat maupun ombudsman sendiri.

“Hasilnya, kedua orang (Belanda) ini, cukup memberikan apresiasi terhadap terobosan yang dilakukan Dinsos Sumsel. Kami anggap sudah sangat bagus dan layak,” kata dia.

Perwakilan Ombudsman of Netherland, DR. Stephan Sjouke mengaku jika Sumsel memiliki perbedaan tersendiri dalam pemberian pelayanan publik ketimbang daerah lain. Salah satunya, pelayanan Askesos bagi masyarakatnya.

“Ini yang jarang kita temui di daerah lain, termasuk di Belanda sendiri,” katanya yang diterjemahkan oleh pendampingnya.

Tak hanya itu, meski hanya satu instansi yang didatangi, dirinya juga melihat, fasilitas pelayanan seperti papan penunjuk arah, AC serta yang lainnya juga sudah memenuhi syarat.

“Kita siap melaporkan kondisi ini ke pemerintah kita. Jangka panjangnya mungkin bisa dilakukan kerja sama,” tegasnya.

Sementara, Kadinsos Sumsel, Apriadi mengakui jika kedatangan kedua perwakilan dan ombudsman Sumsel tersebut sama sekali tanpa konfirmasi terlebih dulu.

“Terus terang saja, terkejut. Tiba-tiba sudah ada di kantor,” akunya.

Meski demikian, dirinya tetap yakin, jika kedatangan ombudsman Belanda tidak akan sia-sia datang ke Palembang.

“Banyak program yang sudah kita laporkan kepada mereka. Artinya, pelayanan publik yang kita berikan, sudah cukup layak,” pungkasnya.

 

TEKS        : IMAM MAHFUZ
EDITOR    : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster