Muhammadiyah Sumsel akan Buat Kurikulum Sendiri

 403 total views,  2 views today

Dr Haryadi M.Pd, Ketua Majelis Dikdasmen PWM Sumsel. | Foto ; Ferry Hotman

Dr Haryadi M.Pd, Ketua Majelis Dikdasmen PWM Sumsel. | Foto ; Ferry Hotman

PALEMBANG – Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Selatan (Sumsel) berencana akan membuat kurikulum sendiri untuk sekolah yang berada dibawah naungan Muhammadiyah, mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) Sederajat.

Hal ini diungkapkan Dr Haryadi M.Pd, Ketua Majelis Dikdasmen PWM Sumsel usai memberikan Pelatihan kepada guru-guru Muhammadiyah se-Kota Pelembang, belum lama ini, (24/2). Haryadi mengatakan, Majelis Dikdasmen PWM Sumsel akan mengajukan ke Pengurus Pusat  untuk membuat kurikulum sekolah Muhammadiyah. Namun menurut Haryadi, kurikulum yang diajukan tetap mengacu pada kurikulum nasional, karena ini dianggap penting bagi Muhammadiyah yang telah memiliki ciri khas, khususnya dalam bidang pendidikan. “Kita akan mengusulkan ke pusat, kalaupun tidak diterima,  kita akan melakukan sendiri di wilayah, karena itu sangat penting,” ungkap Haryadi.

Tidak bisa dipungkiri, jumlah sekolah atau madrasah di bawah naungan Muhammadiyah di Indonesia sangat banyak. Hal inilah yang mendorong Dikdasmen PWM Sumsel untuk segera merealisasikan kurikulum sendiri yang tentunya tetap mengacu pada kurikulum nasional. “Banyak sekolah Muhammadiyah kan banyak, jadi sangat perlu kita
buatkan kurikulum sendiri,” tegasnya.

Selain mengusulkan kurikulum sendiri untuk Sekolah Muhammadiyah, Dikdasmen PWM Sumsel juga berencana membentuk perlindungan hukum terhadap guru, disebabkan selama ini tidak ada perlindungan hukum bagi guru yang tersangkut hukum, tentu dengan adanya perlindungan ini, guru akan merasa aman setiap melaksanakan peroses belajar mengajar.

“Kedepannya bagaimana ada perlindungan hukum terhadap guru, karena selama ini, setiap guru yang tersandung kasus hukum, mereka mengurus sendiri, berbeda dengan dokter yang telah memiliki perlindungan hukum,” ungkapnya.

Untuk terus mengembangkan sekolah Muhammadiyah, Dikdasmen PWM Sumsel
juga akan melakukan subsidi silang antar sekolah, dimana sekolah yang sudah besar akan membantu sekolah yang kecil. “Kita juga akan buat subsidi silang, agar semua sekolah Muhammadiyah bisa merata,” katanya.

TEKS        : ANDI HARYADI

EDITOR    : IMRON SUPRIYADI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster