Kabupaten OKI Belum Terapkan Pilkades e-Voting

 745 total views,  2 views today

pilkadesKAYUAGUNG – Pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) menggunakan sistem elektronik (e-voting) yang diperkenalkan Pemerintah Pusat, rupanya belum bisa diterapkan di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) menyatakan Pilkades di Bumi Bende Seguguk tahun ini masih menggunakan sistem manual yakni menggunakan surat suara.

Kepala BPMD OKI, Nursula SSos, mengatakan, belum ada petunjuk dari pusat yang mewajibkan setiap kabupaten/kota di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menggunakan sistem e-voting.

“Jadi Pilkades di Kabupaten OKI masih tetap menggunakan surat suara seperti pilkades-pilkades sebelumnya, kita belum menerapkan sistem e-voting untuk tahun 2015 ini,” ujar Nursula, Rabu (25/2).

Tahun ini, kata dia, OKI akan melaksanakan Pilkades secara serentak di 151 desa di 18 kecamatan dalam Kabupaten OKI.

“Pelaksanaan pilkades serentak mengacu pada Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa dan PP Nomor 43 tahun 2014. Untuk teknisnya kami masih menunggu Permendagri dan saat ini kami sudah menyusun Raperdanya dan dalam waktu dekat ini akan digodok di DPRD OKI,” terang Nursula.

Untuk pelaksanaan Pilkades sendiri, sambung Nursula, dipastikan akan digelar pada pertengahan hingga akhir tahun.

“Karena Raperdanya masih digodok, maka kemungkinan besar Pilkades baru bisa dilaksanakan pada pertengahan hingga akhir tahun. Yang jelas kami berusaha semaksimal mungkin untuk bisa menyelesaikan semua Pilkades tersebut di tahun 2015 ini,” jelasnya.

Dikatakan, pihaknya akan memerintahkan pihak desa untuk segera membentuk panitia Pilkades di setiap desa.

Ditambahkannya, walaupun belum ada kepastian dengan Pilkades sistem e-voting, namun pihaknya akan mempelajari, memahami dan memberikan sosialisasi kepada pihak terkait agar nantinya saat diterapkan sistem e-voting, pihak terkait dalam hal ini Panitia Pilkades bisa menerapkannya di lapangan.

“Kita tetap menyiapkan petugas untuk mempelajari sistem e-voting ini, jadi sewaktu-waktu harus menggunakan e-voting, petugas di lapangan bisa cepat paham,” ungkapnya.

Kabid Pemerintahan Desa/Kelurahan dan Kelembagaan, Fauzan Nasrul menambahkan, banyaknya desa di OKI yang akan menggelar Pilkades di tahun 2015 ini lantaran pada 2014 lalu tidak bisa dilaksanakan Pilkades karena ada moratorium dan pelaksanaan Pilpres.

“Kebanyakan desa-desa ini habis masa jabatan kepala desanya, jadi mau tidak mau akan kita lakukan secara serentak di tahun 2015 ini,” tandasnya.

 

TEKS       : DONI AFRIANSYAH

EDITOR   : FJ ADJONG





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster