2014, BSB Bukukan Deviden Rp137,882 Miliar

 192 total views,  4 views today

Rapat Umum Pemegang Saham BSB - Suasana Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Sumsel Babel (BSB) 2014 yang digelar di Lantai 16 Kantor Pusat BSB Jakabaring Palembang,rabu(25/2).Perbandingan deviden BSB dari tahun 2013 ke 2014 memperlihatkan ada kenaikan yang sangat besar hingga mencapai 31,37 persen. | Foto : Bagus Kurniawan/KS

Suasana Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Sumsel Babel (BSB) 2014 yang digelar di Lantai 16 Kantor Pusat BSB Jakabaring Palembang,rabu(25/2).Perbandingan deviden BSB dari tahun 2013 ke 2014 memperlihatkan ada kenaikan yang sangat besar hingga mencapai 31,37 persen. | Foto : Bagus Kurniawan

PALEMBANG – Perbandingan deviden Bank SumselBabel (BSB) dari tahun 2013 ke 2014 memperlihatkan ada kenaikan yang sangat besar hingga mencapai 31,37 persen. Hal itu terungkap saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BSB 2014, laporan tahunan BSB di 2014 berhasil membukukan total deviden mencapai hinggaRp 137,882 miliar.

Muhammad Adil, Direktur Utama BSB, bahwa total deviden yang dicapai ini merupakan jumlah 55 persen dari total laba bersih keseluruhan.

“Dibandingkan deviden tahun lalu, jumlah deviden 2014 melonjak naik hingga 31,37 Persen. Dimana, total deviden pada 2013 itu cuma mencapai sekitar Rp104,9 miliar atau 60 persen dari laba bersih,” ujarnya pada saat RUPS yang digelar di Lantai 16 Kantor Pusat BSB Jakabaring Palembang, Rabu (25/2).

Rinciannya, di tahun 2014 lalu laba sebelum dipotong pajak sebesar Rp347,650 miliar dan laba bersih sebesar Rp250,694 miliar. Jumlah ini juga menunjukkan peningkatan, dimana tahun 2013 laba sebelum dipotong pajak hanya sebesar Rp277,858 miliar dan laba bersih sebesar Rp174,929 miliar.

Pembagian ini diberikan kepada Pemerintah Provinsi Sumsel dan Pemkot dan Pemkab yang sudah menanamkan sahamnya di BSB selama satu tahun terakhir. Sementara itu, Gubernur Sumsel, Alex Noerdin mengatakan bahwa hasil deviden di 2014 menjadi langkah dalam peningkatan BSB.

“Devidennya diturunkan persentasenya tapi nominalnya malah naik. Ini keuntungan untuk BSB,” ucapnya.

Sebagai bank plat merah terbesar di Sumatera Selatan dan Bangka Belitung, Bank Sumsel Babel terus menggeliat meraih kesuksesan dalam penataan keuangannya. Usai sukses mengantongi laba yang besar, BSB juga akan sesegera mungkin menyekolahkan para karyawannya dalam rangka peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Adil menjelaskan, ada beberapa pengembangan yang akan mereka besut di tahun ini, seiring dengan kemajuan BSB sebagai jasa perbankan.

“Ada beberapa hal pengembangan kedepan, terutama dari SDM kita. Para karyawan kita akan disekolahkan baik di dalam maupun diluar negeri. Lima orang karyawan sudah lulus seleksi universitas di Inggris, Philiphina, dan Australia. Sedangkan lima orang lainnya akan mengenyam pendidikan lanjutan di Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor dan lainnya,” paparnya.

Ia berucap, bahwa para staf development program (SDP) di BSB akan mendapatkan kesempatan untuk menjadi staff tetap. Nanti tesnya akan berlangsung pada awal Maret 2015 mendatang. Juga peningkatan ini menjadi harapan sesuai yang disampaikan oleh Gubernur Sumsel, di mana BSB harus melakukan kuantumly atau lompatan yang jauh lebih tinggi untuk lebih berkembang pesat.

“Semuanya happy, dari Otoritas Jasa Keuangan melihat Peringkat Komposit BSB dari yang kurang sehat menjadi sehat. Non Performing Loan juga sekarang sudah di angka 2,4 persen. Biaya Operasional juga menurun dari 86 persen menjadi 81 persen. Selisih 5 persen inilah juga yang bisa membiayai karyawan kita sekolah keluar negeri,” paparnya.

Kebanggaan akan peningkatan yang diraup BSB juga sangat dirasakan walaupun perekonomian di Sumsel menurun drastis, terlebih harga karet terjun bebas. Inilah keunggulan dari BSB yang sangat bertolak belakang dengan keadaan perekonomian di Sumsel.

Lanjutnya, kesukseaan ini didapatan dari tiga poin, yaitu konsolidasi yang benar, integreditas kredit yang membentuk marketing pusat menjadi lebih baik serta looking power yang berjalan penuh. Terlebih, dengan adanya 161 unit kantor cabang serta pengembangan UKM membuat BSB semakin mudah mengalami peningkatan.

“Risiko kerugian terjaga, dilain pihak ekonomi Sumsel menurun, kita malah semakin terlihat perbaikannya. Kondisi ini sangat bertolak belakang dengan keadaan kami sekarang yang tumbuh naik,” lanjutnya.

 

TEKS       : YUNI DANIATI

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster