TAA Diusulkan Jadi Tempat Pengolahan Minyak Mentah

 307 total views,  2 views today

Ilustrasi Kawasan Tanjung Api-api | Ist

Ilustrasi Kawasan Tanjung Api-api | Ist

PALEMBANG – Pemerintah Pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) merencanakan akan membangun dua kilang pengolahan minyak mentah (refinery). Salah satu lokasi yang terpilih adalah Bontang Kalimantan Timur, Sementara untuk satu lokasi lagi pemerintah pusat masih mencari lokasi yang memiliki potensi bagus.

Melihat Peluang tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mengusulkan lokasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) TAA menjadi lokasi pembangunan kilang pengolahan minyak mentah tersebut.

Kepala BAPPEDA Sumsel, Ekowati Retnaningsih mengungkapkan, Pemerintah Provinsi memberanikan diri mengusulkan Sumatera Selatan menjadi salah satu lokasi pembangunannya ini lantaran melihat persyaratan yang diajukan oleh pemerintah pusat melalui kementerian ESDM, lokasi KEK TAA telah memenuhi persyaratan teknis, kondisi kedalaman perairan harus 30 meter serta sumber energi yang banyak.

“Pembangunannya sama seperti di Bontang Kalimantan Timur, oleh karena itu kita mengusulkan rencana pembangunan kilang minyak, lokasinya di Tanjung Carat, Banyuasin. Ini akan dibahas di Kementerian ESDM, Besok (hari ini,)” kata Ekowati, kemarin (24/2).

Dikatakannya, Pihaknya optimis persyaratan yang ajukan Pemerintah Pusat untuk membangun kilang minyak berkapasitas 300 ribu barel per hari ini dapat dipenuhi Sumatera Selatan, apalagi lokasi pembangunan kilang lahan yang disediakan tidak bermasalah serta letaknya yang sangat stategis serta lahan pembangunanya telah siap.

Selain itu, dukungan seperti pelabuhan laut, bandara, sumber energi batu bara yang banyak, sehingga memudahkan investor untuk menanamkan modalnya di Sumatera Selatan.

“Dari hasil rapat kita bersama Pertamina, Pelindo, PDPDE serta Distamben, Sumsel memiliki peluang, akan tetapi hal tersebut tergantung dari hasil rapat bersama pemerintah pusat,” ujarnya.

Diungkapkanya, jika kilang minyak tersebut dibangun di Sumsel, akan menjadi salah satu penggerak ekonomi di Sumsel serta meningkatkan pendapatan daerah.

“Jika ada kilang minyak ini bayangkan saja, pastikan menggerakkan ekonomi di Sumsel, yang jelas pak gubernur telah mengirim surat ke presiden atas dasar itu, presiden melalui menteri sekretaris negara mengundang Pemprov Sumsel untuk melihat persyaratan-persyaratan memenuhi syarat apa tidak,” tuturnya.

 

TEKS       : IMAM MAHFUZ
EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster