Pencapaian MDGs Empat Lawang Banyak “Merah”

 420 total views,  4 views today

EMPAT LAWANG – Pemutakhiran pencapaian milenium depelovement golds (MDGs) dari data pro poor planing and monitoring (P3BM) Kabupaten Empat Lawang masih didominasi warna “merah”. Maksudnya, masih banyak program kerja pemerintah belum tercapai, sehingga dibutuhkan evaluasi peningkatan kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) agar lebih maksimal.

Data ini diketahui pada peluncuran pemutakhiran MDGs, oleh wakil Bupati Empat, Lawang H Syahril Hanafiah baru baru ini.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) H Nanti Kasih Ade menyebutkan, hasil pemutakhiran MDGs Empat Lawang, angka persentase pencapaian program kerja pemerintah 46,38 persen (hijau, red).

Sementara, belum tercapai 53,62 persen dengan rincian sudah dilaksanakan 20,29 persen dan belum tercapai sama sekali (merah, red) mencapai 33,33 persen.

Contohnya kata Nanti Kasih, pencapaian penanggulangan kemiskinan dan kelaparan. Data dari 2011-2013 masih merah, artinya jauh dari pencapaian target.

Dari jumlah penduduk 231.700 jiwa data penduduk miskin sebanyak 13,96 persen pada tahun 2011 dan 13,37 persen pada 2012 dan 13,82 persen pada tahun 2013.

Persentase itu imbuhnya, berdasarkan data Kabupaten Empat Lawang, sedangkan per kecamatan tidak ada. Makanya, peran dari SKPD terkait dibidang pengentasan kemiskinan agar lebih proaktif melaporkan data per kecamatan, terkait indikator kemiskinan di Empat Lawang.

“Pemutakhiran MDGs ini baik, agar kita bisa lebih fokus ke prioritas. Misalnya setiap SKPD akan tahu mana lebih utama dalam pengajuan anggaran mendatang,” jelasnya.

Pemutakhiran lainnya kata Nanti, seperti roporsi penduduk setengah menganggur pada 2013 mencapai 48,66 persen. Proporsi penduduk dengan asupan kalori dibawah konsumsi minimum pada 2013 mencapai 60,86 persen.

Namun, data Dinas Pendidikan cuma ada data kabupaten, sementara data dari kecamatana tidak ada sama sekali. Yang belum tercapai APM (angka partisipasi murni) SD dan SMP.

Datanya tidak tersedia secara valid, masih merah kemungkinan karena Disdik tidak paham cara penghitungan APK dan APM.

“Kita upayakan pemahaman lagi, diharapkan SKPD terkait bisa bekerjasama,” katanya.

Melirik data penderita tubercolousis (TB), pada 2011 tercatat merah namun pada 2012 tercapai dengan baik. Dimungkinkan karena dianggap selesai, angka persentase pada 2013 merah lagi sekitar 18,74 persen dari jumlah penduduk.

Begitu juga dengan program Sanitasi dasar pada 2013, 29,21 persen, 2012 sekitar 18,72 persen dan 2011 sebanyak 35, 64 persen, semua merah atau belum tercapai.

“Kita masih banyak merah, jadi harus dimaksimalkan lagi agar bisa tercapai maksimal,” bebernya.

MDGs kata Nanti Kasih, bekerjasama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dengan demikian pemkab Empat Lawang bisa lebih singkron lagi dalam pengajuan program kerja seiring RPJMD kedepan.

Sebagai daerah potensi maju dan sudah lepas dari status daerah tertinggal, tentu Empat Lawang harus proaktif dalam pelaporan.

Tentunya, ini menjadi Pekerjaan rumah (PR) bagi segenap SKPD. Agar memaksimalkan kinerja sesuai tupoksi dan skala prioritas program kerja kedepan.

“Ini peluncuran MDGs kita, harus dipahami bersama agar menjadi pembelajaran dalam memajukan Empat Lawang menuju visi misi EMASS nan Gemilang,”tukasnya.

 

TEKS         : SAUKANI

EDITOR     : FJ ADJONG

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster