“Pemimpin Harus Berpikir dan Berjiwa Besar”

 148 total views,  6 views today

Ketua Yayasan Ilyasha Mulya, Ramlan Rojali S.Sos.I,  Ketua Umum FKPPM, Ir H. Endang PU Ishak MSi dan moderator Anahrir. | Dok KS

Ketua Yayasan Ilyasha Mulya, Ramlan Rojali S.Sos.I, Ketua Umum FKPPM, Ir H. Endang PU Ishak MSi dan moderator Anahrir. | Dok KS

INDRALAYA – Menjadi seorang pemimpin harus memiliki tiga unsur diantaranya pemikiran, waktu dan materi. Jika tidak ada salah satu unsur tersebut, pemimpin tidak bisa menjalankan roda organisasi dengan baik.

Selain itu, pemimpin harus berjiwa besar, memiliki toleransi dan memiliki kemampuan menganalisa untuk hari ini dan esok.

Demikian benang merah dalam diskusi panel bertajuk Organisasi dan Kepemimpinan, yang diselenggarakan Forum Komunikasi Putra Putri Meranjat (FKPPM), bekerja sama dengan Yayasan Ilyasha Mulya, di Kantor Sekretariat FKPPM, Dusun VI, Desa Meranjat I, Kecamatan Indralaya Selatan, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sabtu lalu.

Diskusi panel tersebut menghadirkan dua panelis yakni Ketua Umum FKPPM, yang juga menjabat Ketua Komisi III, DPRD OI, Ir H. Endang PU Ishak, Msi dan Ketua Yayasan Ilyasha Mulya, Ramlan Rojali, S.Sos.i dan moderator Anahrir.

Puluhan peserta diskusi baik pemuda maupun orang tua antusias dalam mengikuti diskusi tersebut. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya peserta diskusi yang saling tanya jawab.

Endang PU Ishak dalam paparannya mengatakan, banyak hal yang harus diperhatikan untuk menjadi seorang pemimpin, baik memimpin organisasi sosial, partai politik maupun perusahaan.

Menurutnya, tugas utama seorang pemimpin yakni ada enam kriteria yakni memimpin, menggerakan, memotivasi, memberi keteladanan dan mempengaruhi.

“Definisinya sangat jelas, kalau memimpin yaitu memimpin kehidupan bersama dan unit kerja suatu organisasi agar tercipta keharmonisan. Kita harus menggerakan sumber daya dalam mencapai tujuan bersama dalam organisasi. Selanjunya kita harus memberikan motivasi, memberikan keteladanan kepada bawahan serta mempengaruhi bawahan untuk mendapat mengikuti berbagai arahan demi kemajuan bersama,” paparnya.

Sedangkan ciri-ciri kepemimpinan, lanjut Endang, diantaranya memiliki persepsi sosial, kemampuan berpikir abstrak dan memiliki keseimbangan emosional.

Di akhir pemaparannya, Endang menambahkan, dalam memimpin tidak selamanya berjalan mulus. Ada hambatan-hambatan yang kerap menerpa kapan saja.

“Hambatan itu bisa saja faktor internal dimana kurangnya motivasi dari pemimpin itu sendiri, emosional yang tidak stabil, tidak percaya diri, takut dalam mengambil resiko dan terbatasnya percakapan pemimpin. Untuk faktor eksternal yakni kurangnya dukungan dari orang dekat, bawahan dan banyak tekanan,” tuturnya.

Sementara itu, Ramlan Rojali, memaparkan kepemimpinan dari sudut pandang Islam. Menurutnya, kepemimpinan Islam adalah kepemimpinan yang berdasarkan hukum Allah. Oleh karena itu, pemimpin haruslah orang yang paling tahu tentang hukum Illahi.

Lanjutnya, dalam Islam seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang memiliki sekurang-kurangnya empat sifat dalam menjalankan kepemimpinannya, yakni Siddiq, Tabligh, Amanah dan Fathanah.

“Siddiq artinya jujur sehingga ia dapat dipercaya, Tabligh penyampai) atau kemampuan berkomunikasi dan bernegosiasi, Amanah (bertanggung jawab) dalam menjalankan tugasnya serta Fathanah (cerdas) dalam membuat perencanaan, visi, misi, strategi dan mengimplementasikannya,” ujarnya.

Terpisah, Panitia Diskusi Panel, Mahmun M. Yusuf mengatakan tujuan diselenggarakan diskusi tersebut untuk memberikan wawasan tentang organisasi dan kepemimpinan baik kepada pemuda maupun orang tua.

“Ya, kegiatan ini sangat positif untuk memberikan wawasan tentang kepemimpinan. Kegiatan ini diagendakan akan dilakukan satu bulan sekali,” singkatnya.

 

Teks     : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com