Jadi Bandar Togel, Dua Orang Kakek Ditangkap

 207 total views,  2 views today

Wei Chong Po dan Warisno, dua kakek yang bekerja sebagai juru masak ini, juga menjadi bandar togel yang berhasil dibekuk petugas. | Foto : Oscar Ryzal

Wei Chong Po dan Warisno, dua kakek yang bekerja sebagai juru masak ini, juga menjadi bandar togel yang berhasil dibekuk petugas. | Foto : Oscar Ryzal

PALEMBANG – Berdalih uang gaji dari pekerjaan nya sebagai koki Restoran, tidak mencukupi untuk kebutuhan hidup keluarga, Warisno (63), nekat mencari pekerjaan sampingan sebagai bandar toto gelap (Togel). Namun sial, petugas Ditreskrismsus Polda Sumsel yang sudah mengendus perbuatan kakek renta itu, langsung meringkusnya, Selasa (24/2).

Dari penangkapan warga Jalan Puncak Sekuning, Kecamatan Ilir Barat I ini, petugas melakukan penyelidikan dan pengembangan.

Dari nyayian Warisno, petugas berhasil meringkus seorang bandar togel lainnya yang merupakan rekan Warisno sesama koki yaitu Wei Chong Po (65), warga Jalan Bambang Utoyo, Kecamatan Ilir Timur II.

Dari penangkapan yang langsung dipimpin oleh Kanit V Ditreskrimsus Polda Sumsel, Komisaris Polisi (Kompol) Usman Siagian, petugas menyita barang bukti uang Rp500 ribu dan satu unit ponsel yang berisikan short message service (SMS) pesanan togel.

Dikatakan Warisno, dirinya bukanlah bandar togel, karena hasil uang yang didapat dari usaha haram ini masih ia setorkan kepada orang lain. Namun, Warisno tidak mau menyebutkan siapa orang yang sudah menugaskanya menjadi bandar togel.

“Yang pasang biasanya tukang becak. Saya menugaskan Wei untuk mendatangi tukang becak yang akan pasang togel. Nantinya, siapa yang angkanya tepat, akan saya hubungi melalui ponsel,” kata Warisno, Selasa (24/2).

Dibeberkan Warisno, ia mematok harga Rp5 ribu untuk togel dua angka. Sedangkan untuk yang empat angka, tarifnya bisa mencapai Rp50 ribu.

Dalam satu hari, bapak beranak dua dan bercucu tiga ini bisa mendapat uang Rp 400 ribu bersih. Ia juga mengakui hanya memiliki satu anak buah, yakni Wei.

Sementara Wei mengaku dirinya tidak tahu kalau dimanfaatkan oleh Warisno untuk menjadi kurir togel. Menurut warga Jl Bambang Utoyo ini, ia diminta oleh Warisno untuk mengambil uang ke sejumlah tukang becak.

Uang tersebut ditempelkan dengan secarik kertas yang berisikan angka-angka pesanan dari tukang becak.

“Saya benar-benar tidak tahu kalau yang saya ambil dari tukang becak adalah togel. Saya hanya disuruh Warisno dan dibayar 15 persen dari uang yang didapat oleh Warisno,” kata Wei.

Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sumsel, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) FX Winardi, melalui Siagian, mengatakan penangkapan atas keduanya karena banyak masyarakat melaporkan tindak perjudian togel.

Saat didatangi, Wei tertangkap tangan sedang mengambil uang yang ditempelkan kertas angka togel. Dari Wei, selanjutnya diamankan Warisno yang berada di dalam restoran.

“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, keduanya akan jerat dengan pasal 303 KUHP tentang perjudian, dengan ancamanan tiga tahun kurungan penjara” tukas Usman.

 

TEKS        : OSCAR RYZAL

EDITOR    : FJ ADJONG

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster