Ditreskrimsus Polda Sumsel Grebek Pabrik Senpira

 716 total views,  2 views today

Ilustrasi Senjata Api | Dok KS

Ilustrasi Senjata Api | Dok KS

PALEMBANG – Setelah melakukan pnyelidikan dan pengintaian selama dua minggu, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sumtera Selatan (Sumsel), berhasil menggrebek pabrik senjata api rakitan (Senpira), Selasa (24/2).

Dari penggerebekan pabrik senpira sekalah Home Industry yang langsung dipimpin Kanit IV Subdit III Ditreskrimum Polda Sumsel, Komisaris Polisi (Kompol) Zainuri, petugas meringkus satu orang tersangka pemilik dan sekaligus perakit senpira yang bernama Sarkowi (40), warga Desa Rambutan, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin.

Tidak hanya berhasil meringkus Sarkowi, petugas juga berhasil menyita barang bukti berupa alat serta bahan pembuatan senpira. Mulai dari pipa besi untuk dijadikan selongsong peluru, gergaji besi, tang, kunci inggris, satu pucuk senpira siap pakai dan satu pucuk senpi yang setengah jadi.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, Sarkowi dijebloskan ke balik jeruji Polda Sumsel. Dari pantauan, senpira jenis kecepek yang diproduksi Sarkowi, berbeda dengan buatan pabrik senpi yang resmi. Bagian gagang senpinya yang terbuat dari kayu tidak dipernis sehingga tidak mengkilat. Begitu juga dengan besi yang dipotong tidak beraturan.

Meski demikian, kinerja senpi buatan Sarkowi ini tetap sama dengan senpi yang asli. Pasalnya, amunisi yang digunakan Sarkowi berupa peluru tajam dan peluru karet. Tak heran, hewan-hewan seperti babi bisa tak berdaya jika terkena tembakan senpi yang diproduksi Sarkowi ini.

Sarkowi mengaku, dirinya memproduksi senpi untuk membunuh hewan-hewan yang sering merusak kebunya. Warga Desa Rambutan Kecamatan Rambutan Banyuasin Sumsel ini berdalih senpi yang ia produksi tidak pernah ia jual.

“Sehari-hari, saya kerjanya berkebun ubi kayu. Karena sering diserang babi, saya mulai belajar memproduksi senpi secara otodidak, tanpa adanya pengajar. Jadi, senpi itu tidak pernah saya gunakan untuk menembak atau berbuat kriminal,” kata Sarkowi.

Dijelaskan Sarkowi, besi-besi sebagai bahan pembuatan senpi ini ia dapat di tepi jalan. Ia mengaku tidak memiliki tempat khusus untuk membeli besi.

Begitu juga dengan pembuatan besi, yang diakuinya tidak memiliki instruktur memproduksi senpi. Ia juga menolak dituduh jaringan pembuat senpi dari daerah lain yang terkenal dengan pabrik pembuatan senpi.

Masih kata Sarkowi, dirinya mulai memproduksi senpi sejak awal tahun ini. Satu senpi berlaras panjang bisa ia produksi dalam waktu tiga hari. Pembuatan senpi itu ia produksi di rumahnya yang semi permanen sehingga diketahui tetangganya.

“Biasa saja tetangga saya, mereka tidak ada yang usil meski tahu saya produksi senpi. Lagian, mereka terbantu karena saya membunuh hewan-hewan penanggu kebun,” kata Sarkowi.

Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sumsel, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) FX Winardi, melalui Zainuri berkata, pihaknya sudah memantau gerak-gerik Sarkowi kurang lebih selama dua minggu.

Pemantauan ini bermula dari informasi masyarakat yang mengatakan adanya aktivitas pembuatan senpi. Rupanya, informasi itu benar adanya sehingga Sarkowi digerebek di kediamanya.

Masih kata Zainuri, salah satu senpi rakitan yang diproduksi Sarkowi biasanya berisikan amunisi peluru tajam. Ia pun menduga, Sarkowi sudah lama memproduksi senpi rakitan dan dijualnya.

Hanya saja, senpi yang biasanya digunakan dengan mengisi peluru tajam ini belum sepenuhnya siap digunakan.

“Sedangkan untuk senpi yang sudah siap dipakai, kinerjanya sedikit beda dengan sepi asli. Peluru dimasukan dari bagian depan senpi dengan disumbat sabut kelapa supaya padat. Sedangkan mesiu dimasukan dari bagian tengah senpi dan ditarik dengan pelatuk saat ditembakan. Jika megenai manusia, senpi ini bisa mematikan banyak orang karena sifat peluru yang ditembakan menyebar,” jelas Zainuri panjang lebar.

Disinggung apakah Sarkowi ‘jebolan’ dari produsen-produsen senpi di daerah lain, Zainuri masih akan mengembangkan hal tersebut. Begitu juga dengan adanya dugaan Sarkowi menjual senpi ini ke masyarakat luas dan harga untuk satu senpi.

“Untuk saat ini, tersangka mengaku senpi itu dipakai sendiri. Namun, melihat adanya senpi berpeluru tajam, tentu kita tidak akan percaya begitu saja. Ia juga salah satu Target Operasi yang kita cari dan tersangka dijerat pasal 1 ayat 1 UU Darurat 12/1951 tentang penyalahgunaan senjata api,” tukas Zainuri.

 

TEKS       : OSCAR RYZAL

EDITOR   : FJ ADJONG





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster