Waralaba Mengancam UMKM

6 total views, 3 views today

PALEMBANG – Semakin menjamurnya usaha waralaba seperti Indomaret dan Alfamart, mengancam Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) atau usaha rumahan di Metropolis. Oleh itu, masyarakat meminta Pemerintah bisa membatasi izin berdirinya usaha waralaba. Salah seorang pedagang manisan di kawasan Kertapati Palembang, Isan (46) mengatakan, perbandingan harga yang menyebabkan matinya usaha rumahan. Karena, usaha waralaba seperti Indomaret dan Alfamart tersebut bisa menjual barang yang sama, dengan harga lebih murah dari pada UMKM.

“Barang yang mereka beli kan lebih banyak, dan barang yang mereka dapat langsung dari distributor, sementara usaha rumahan hanya membeli barang dagangan dari agen kecil, pastilah Indomaret dan Alfamart bisa menurunkan harga,”ungkapnya, saat di bincangi, Minggu (22/2). Menurut Isan, pendirian usaha Indomaret dan Alfamart semakin tinggi. Bahkan jarak pendirian usahanya berdekatan, tidak lebih dari 100 meter.

“Secara tidak langsung, hal itu membunuh usaha rumahan. Kami harap Pemerintah bisa membatasi izin mereka,”harapnya.

Hal serupa di ungkapkan pedagang lainnya, Roni (37) mengatakan, seharusnya Pemerintah dapat membatasi izin Indomaret dan Alfamart. Sehingga, usaha rumahan bisa bertahan.

“Jika semua ini terus dibiarkan, UMKM pasti akan mati dengan sendirinya,”katanya.

Menurutnya, Pemerintah lamban dalam mengatasi permasalahan seperti ini. Karena sekarang waralaba sudah masuk ke pelosok-pelosok. “Persaingan tidak sesuai, kami harapkan kepada Pemerintah dapat mengatasi masalah tersebut, kalau bisa jangan lagi keluarkan izin usaha tersebut di lingkungan warga,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Palembang Syahrul Hefni mengatakan, sebenarnya sudah ada Peraturan dari Kementerian soal pembatasan usaha Indomaret dan Alfamart, jadi titik lokasi Indomaret dengan Indomaret lainnya harus berjarak. “Saya tidak tau pastinya, tapi dikaji sesuai dengan kebutuhan, dan untuk waktu operasionalnya tergantung pada izin yang dibuat,” katanya.

Di tanya soal kuota Indomaret dan Alfamart di Kota Palembang ini, Syahrul mengaku tidak memakai kuota, yang jelas harus ada persetujuan Wali Kota. “Saya tidak tau, itu ditetapkan Wali Kota,”tutupnya.

 

TEKS      : ALAM TRIE MARSATA

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com