Tunjangan Sertifikasi Guru Bisa Dihentikan

6 total views, 3 views today

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

MUARADUA – Kepala Dinas Pendidikan (Diknas), Zulfakar Dhani melalui Kasi Tehnis (Tentis) Diknas, Ria Diana dan operator Diknas OKU Selatan, Zainal Ahyaruddin mengatakan, tunjangan sertifikasi terhadap guru dapat dihentikan sementara, bila melanggar ketetapan yang berlaku.

“Seperti tidak mengajar selama 2 minggu berturut – turut, cuti melahirkan maupun melaksanakan umroh, maka tunjangan sertifikasi tersebut dapat dihentikan, sampai guru tersebut dapat mengajar kembali sebagaimana sbeleumnya,” tegasnya, kepada Kabar Sumatera, kemarin (23/2).

Disebutkan, sertifikasi guru merupakan salah satu bentuk penghargaan dari pemerintah kepada para guru. Namun demikian, tuntutan tanggungjawab guru tidak ada perbedaan, antara guru bersertifikat dan belum. Sebab seluruh guru, tetap di tuntut mengajar sebanyak 24 jam. Hanya saja, yang menjadi perbedaan, bagi guru yang telah bersertikat akan mendapatkan tunjangan sertifikasi atau tambahan penghasilan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Kadiknas mengatakan dari 5 ribu guru yang terdaftar di Kabupaten OKU Selatan, baru 768 guru yang telah bersertifikat dan resmi dinyatakan lulus ujian sertifikasi. Jumlah guru tersebut terdapat pada dua jenjang, yaitu Dikmen (Pendidikan Menengah) dan Dikdas (Pendidikan Dasar). Untuk jenjang Dikmen (SMA/SMK), sebanyak 120 guru dan sebanyak 7 orang pengawas. Sedangkan jenjang Dikdas (TK/SD/SMP) sebanyak 578 guru dan 63 pengawas.

Ditanya tentang masih banyak guru yang belum bersertifikat, Kadiknas menyebutkan sebagian mereka belum memenuhi syarat.

“Diantaranya masa kerja yang belum cukup, kualifikasi pendidikan atau belum sarjana penuh (S.1), golongan atau pangkat belum mencukupi, dan usia diatas 50 tahun,” ujarnya.

 

TEKS        : FITRI

EDITOR    : IMRON SUPRIYADI

 





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com