Rumah Koruptor Samsat Lahat Disita Polda Sumsel

 439 total views,  2 views today

Rumah bertingkat milik AIPTU Dadang yang disita tim Ditreskrimsus di di Jalan Musyawarah, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Gandus, Palembang, Senin (23/4). | Foto : Bagus Kurniawan

Rumah bertingkat milik AIPTU Dadang yang disita tim Ditreskrimsus di di Jalan Musyawarah, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Gandus, Palembang, Senin (23/4). | Foto : Bagus Kurniawan

PALEMBANG – Usai dilakukan audit oleh Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Palembang dan diketahui kerugian Negara mencapai Rp 1,4 miliar, penyidik tindak pidana korupsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) menyita rumah Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) Dadang, anggota Polri yang sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka Tipikor Samsat Lahat.

Rumah yang berada di Jalan Musyawarah, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Gandus Palembang ini, didatangi oleh penyidik tipikor pukul 09.00 WIB. Dari pantauan dilapangan nampak sekitar 10 orang penyidik berseragam Tipikor Ditreskrimsus berjaga-jaga didepan rumah, sementara dua orang berada di dalam rumah untuk bernegosiasi dengan Aiptu Dadang.

Dan, rumah Dadang terdiri dari dua lantai dan bisa dikategorikan sebagai rumah mewah. Warna catnya ungu dengan ukuran sekitar 20×10 meter persegi dan terlihat ada AC di rumah tersebut. Rumah ini ditutupi pagar besi berwarna putih.

Selama penyitaan, baik Dadang maupun anggota keluarganya yang lain sama sekali tak terlihat keluar dari rumah. Mereka hanya terlihat secara samar-samar dari halaman luar rumah. Selain itu, sejumlah warga yang diduga kerabat Dadang terlihat datang saat penyidik akan menyita rumah tersebut.

Empat jam berada di rumah tersebut, penyitaan ini diakhiri dengan simbolisasi pemasangan papan tanda penyitaan. Papan berwarna putih itu dipasang di dinding bagian depan rumah dengan cara dipaku. Sementara, di depan garasi rumah, terdapat tali berwarna kuning.

Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel, komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Eddy Purwatmo, melalui Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Sumsel, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Imran Amir berkata, penyitaan terhadap rumah milik Aiptu Dadang ini dilakukan untuk melengkapi berkas pemeriksaan terhadap tersangka dugaan tipikor Samsat Lahat tersebut. Rencananya, usai proses penyitaan, penyidik akan melimpahkan berkas pemeriksaan ke pihak jaksa.

“Prosedurnya memang seperti itu. Selain rumah, kita juga menyita tanah tempat di mana rumah itu berdiri,” kata Imran.

Sampai saat ini, beber Imran, penetapan tersangka untuk kasus ini baru diberlakukan kepada Dadang. Ketika disinggung akankah ada tersangka lain, Imran mengatakan, pihaknya akan menunggu fakta di persidangan nanti.

Jika memang ada indikasi tersangka baru, penyidik kembali akan mendalami kasus ini. Selama menangani kasus dugaan tipikor Samsat Lahat, lanjut Imran, pihaknya sudah memintai keterangan beberapa saksi yang dinilai megetahui alur cerita setoran Dana Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Samsat Lahat.

Dadang sendiri sudah beberapa kali menjalani pemeriksaan, baik sebagai saksi maupun sebagai tersangka.

“Selain rumah, kita juga menyita tanah tempat rumah itu berlokasi yakni seluas 20×12 meter persegi. Untuk tersangka, selain kita jerat undang-undang tipikor, akan kita jerat undang-undang tindak pidana pencucian uang. Terkait nilai harta benda yang kita sita, nanti akan diketahui setelah tersangka disidangkan,” beber Imran.

Ucap Imran, total kerugian negara dari korupsi di Samsat Lahat ini senilai Rp 1,4 miliar. Aiptu Dadang sendiri, saat kasus ini ada, bertugas sebagai anggota Polri di Samsat Lahat. Untuk modus yang digunakan tersangka, jelas Imran, adalah menyelewengkan dana Penerimaan Negara Bukan Pajak di Samsat Samsat tahun 2012.

 

TEKS       : OSCAR RYZAL

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster