Oknum BPPT Lubuk LinggauDituding Lakukan Pungli

 233 total views,  2 views today

LUBUKLINGGAU – Kabar tak mengenakkan kembali terjadi di sektor perizinan Lubuklinggau. Pasalnya, oknum pegawai di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Lubuklinggau diindikasikan melakukan pungutan liar pada pengurusan izin salah satu show room di kota berslogan Sebiduk Semare.

Pungutan tersebut diambil dari pemilik usaha dengan dari biaya adminitrasi lebih dari Rp600 ribu,dan dijanjikan penerbitan izinnya kurang dari satu minggu.

Hal ini terungkap setelah saat salah seorang aktivis mahasiswa, Febri Habibi Asril, mengurusi izin show room milik saudaranya pada Januari lalu. Di sanalah, oknum tersebut meminta biaya adminitrasi lebih dari Rp600 ribu.

Diterangkannya, pungutan yang dilakukan oknum di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Lubuklinggau tersebut sebesar Rp670 ribu untuk biaya adminitrasi.

Dan uang tersebut tidak jelas masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lubuklinggau atau kantong pribadi. Jika memang ada Peraturan Daerah (Perda) nya ia mengaku tidak menjadi masalah.

Selain itu,ia juga menerangkan, oknum camat di Lubuklinggau juga membandrol biaya Rp100 ribu per tandatangan, termasuk juga oknum lurah mematok harga Rp50 ribu satu tandatangan.

“Kemarin saya mengurus SITU dan HO show room mobil, nah itu proses dan waktunya lama sekali, dan sudah lewat batas waktu surat pemberitahuan izin sedang diproses SITU dan HO tersebut belum juga keluar,” kata Ketua DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Lubuklinggau itu.

Dia mempertanyakan janji Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Lubuklinggau yang memberikan janji manis satu minggu izin terbit. Sedangkan, bukti di lapangan hampir dua sampai tiga minggu SITU dan HO yang diurusnya baru terbit.

Sementara itu, Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Lubuklinggau, Syafrizal Oesman saat dikonfirmasi Harian Umum Kabar Sumatera menyatakan, akan menindak oknum pegawainya yang meminta biaya pengurusan izin.

“Namanya siapa dan kapan dia buat izin itu, kalau memang ada oknum kami yang meminta biaya laporkan saja ke saya, biar saya kasih sanksi tegas,” janjinya.

Ia mengatakan, pengurusan izin di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Lubuklinggau digratiskan untuk 70an jenis perizinan. Nah, jika terjadi penyimpangan diharapkan hal tersebut dilaporkan agar yang bersangkutan bisa diberikan tindakan tegas.

“Pembuatan izin itu gratis untuk 70an item, tidak ada tarif biaya, saya minta nama oknum itu dilaporkan ke saya,” pintanya

TEKS : SRI PRADE

EDITOR : FJ ADJONG





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster