Adik-Kakak Bantai Paman Hingga Tewas

 392 total views,  2 views today

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

INDRALAYA – Anin Sahril (32) dan Aliansyah (29), kakak beradik ini hanya tertunduk lesu dan sesekali mengusap keringat yang mengucur dari wajahnya saat berada di ruang penyidik Polres Ogan Ilir (OI), Senin (23/2).

Warga Desa Kelampadu, Kecamatan Muara Kuang, Kabupaten Ogan Ilir (OI), ini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya lantaran tega membantai pamannya sendiri Ahmad Sakiti (48), di rumahnya yang hanya berjarak 500 meter dari rumah dua tersangka.

Peristiwa mengenaskan yang terjadi pada Rabu (11/2), malam di depan istri dan anak korban ini bermotif kesal lantaran sang ayah kedua tersangka bernama Robin Hut dihina oleh korban dan bahkan sang ibu tersangka pun diancam akan disetubuhi oleh korban.

Sembilan hari usai membantai sang paman, dua bersaudara ini akhirnya dibekuk petugas Polsek Muara Kuang, Sabtu (21/2), sekitar pukul 15.30 WIB di Kota Palembang tepat di RS Bhayangkara.

“Saya kesal dengan, dia (korban-red), menghina dan mengancam jika ibu saya akan disetubuhi oleh korban. Saya juga tidak tahu masalahnya, setiap hari terus dihina,” aku keduanya di Mapolres OI.

Aliansyah menuturkan, malam itu, dirinya datang baik-baik ke rumah korban untuk menanyakan perihal penghinaan dan ancaman hendak menyetubuhi ibunya.

“Aku datang baik-baik. Saat di rumah korban, aku memang berdebat. Tiba-tiba kakak aku (Anin –red), datang dengan marah dan langsung mengambil parang milik paman. Lalu langsung ditusuknya,” tutur Aliansyah.

Lanjut Aliansyah, dirinya langsung mengambil tombak yang berada di ruang tamu korban dan langsung menusuknya hingga tewas. “Kami berdua langsung kabur ke Palembang. Kami sangat menyesal Pak,” aku keduanya.

Kapolres OI, AKBP Asep Jajat Sudrajat melalui Kasatres Iptu David Shidik didampingi Kapolsek Muara Kuang Iptu Iryansyah mengatakan, motif pembunuhan kesal sang ayah dihina terkait masalah warisan.

“Informasinya, kedau tersangka kesal karena orang tuanya dihina terus dan warisan. Keduanya sudah ditangkap dan kita akan mendalami motif lagi. Keduanya terancam pasal ,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun, Rabu malam, Aliansyah datang kerumah pamannya yang hanya berjarak 500 meter dari rumahnya untuk mempertanyakan ucapan korban yang menghina orang tua tersangka Robin Hut.

Korban Ahmad Sakiti dan tersangka Aliansyah sempat terlibat adu mulut. Tiba-tiba, datang sang kakak Anin Sahril dengan amarah dan naik pitam.

Entah mengapa, Anin sayng sudah kalap langsung mengambil parang yang berada di rumah korban langsung menusuk korban terkapar di lantai.

Tidak sampai disitu, sang adik yakni Aliansyah langsung mengambil tombak yang berada di ruangan rumah korban dan langsung menusuknya.

Usai membunuh pamannya, dua bersaudara ini langsung kabur ke Palembang. Polsek Muara Kuang langsung melakukan perburuan usai mengumpulkan keterangan para saksi.

 

Teks      : Junaedi Abdillah

 


TAG



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster