Uang Beredar di Pasar 16 Ilir Rp65 Miliar Per Hari

 1,705 total views,  2 views today

Ilst. Suasana Di Pasar 16 Ilir Palembang

Ilustrasi Suasana Di Pasar 16 Ilir Palembang. | Dok KS

PALEMBANG – Sebanyak 70 persen perputaran uang yang mengalir di Pasar 16 Ilir, setidaknya Rp 65 miliar per hari dihasilkan dari traksaksi jual beli masyarakat dan tingkat ekonomi pasar perbankan.

Pemerhati Ekonomi Palembang Sutarman, dalam suatu kesempatan bersama Harian Umum Kabar Sumatera beberapa waktu lalu mengungkapkan, bahwasanya perputaran uang yang ada di Palembang 70 persennya dilakukan di pasar 16 Ilir dengan eksisitas pencapaian menembus angka Rp 65 miliar hingga Rp 70 miliar perhari.

“Di Pasar 16 Ilir ini, setidaknya terdapat 33 kantor cabang perbankan yang beroperasi. Nah, coba bayangkan betapa hebatnya perputaran rupiah yang mengalir di sini,“ ujarnya.

Sementara itu, Selamet Jauhari, staf Koordinasi Koperasi dan UKM Pasar 16 Ilir Kota Palembang yang dibincangi koran ini kemarin, Minggu (22/2) mengatakan, bila sejauh ini telah terdapat setidaknya 900 lebih pedagang yang mencari rezeki dari kawasan ini.

“Kurang lebih saat ini 450 kios resmi sudah terisi oleh para pedagang yang berada di dalam basemant pasar 16 Ilir dan sekitarnya. Selebihnya merupakan pedagang dengan kios di luar basemant. Jika mau jujur pedagang kaki lima jauh lebih banyak dari data yang sebenarnya. Sebab mereka bisa bertambah terus, “ ungkap Selamet.

Tambah Selamet, dari perputaran rupiah yang mengalir di pasar 16 Ilir ini, 50 persen di antaranya dihasilkan dari transaksi jual beli kebutuhan sandang dan pangan, 18 persen di hasilkan dari ekonomi perbankan. Dua persen sisanya di hasilkan dari jasa angkut dan jasa parkir.

Sebagai kota dengan nilai transaksi terbesar ketiga setelah Surabaya dan Makassar. Selamet menjelaskan jika perputaran rupiah pada kuartal pertama tahun 2015 ini bisa dikatakan sedikit menurun jika dibandingkan dengan kuartal pertama di tahun-tahun sebelumnya.

Hal ini ditengarai sebagai dampak menurunnya beberapa harga komoditi di Sumsel, khusunya yang berkaitan dengan karet dan sawit serta beberapa produk unggulan lainnya.

“Perputaran angka itu didominasi oleh transaksi jual beli pakaian muslim, peralatan elektronik, furnitur, makanan dan minuman, serta kendaraan bermotor,” tutupnya.

 

TEKS       : JEMMY SAPUTERA

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster