Tekan Angka Perceraian, KUA Optimalkan Tupoksi Petugas

 218 total views,  2 views today

Ilustrasi

PAGARALAM – Sebagai langkah pemersatu hubungan masyarakat dalam mewujudkan keluarga harmonis di tengah-tengah kehidupan sehari-hari, jajaran Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pagaralam dalam hal ini Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Dempo Tengah, melaksanakan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) pada pembinaan bidang keagamaan terhadap para petugasnya. Demikian dikemukakan Kepala KUA Kecamatan Dempo Tengah, Zamharir Musyaddad, kemarin.

Menurutnya, dalam menerapkan tupoksi yang ada, pembinaan keluarga merupakan salah satu langkah menekan angka perceraian, mulai dari memberikan nasihat hingga mengedepankan pembinaan optimal terhadap petugas yang berperan dalam membantu masyarakat menciptakan keluarga yang harmonis.

“Dalam menjalani mahligai rumah tangga tentu banyak muncul berbagai masalah yang akan dihadapi. Namun dengan memiliki landasan dan pembinaan baik, maka masalah dimaksud secara perlahan dapat diatasi. Termasuk pula adanya peran serta keluarga suami ataupun istri dalam mengatasi masalah perceraian, bisa dengan cara memberikan arahan agar pasangan suami-istri dimaksud dapat menyadari kesalahannya masing-masing,” terangnya seraya berujar jika sikap saling menghargai maupun menghormati terhadap tanggungjawabnya, tentunya hal itu dapat menyatukan kembali rasa keharmonisan.

Kendati demikian lanjutnya, kasus perceraian di wilayah binaan KUA Dempo Tengah sejauh ini terus menurun, termasuk faktor perekenomian warga membaik. Ia mengatakan, dalam melaksanakan tugas dan fungsinya pada pembinaan bidang keagamaan ditengah-tengah masyarakat, sejauh ini tengah diupayakan dalam memberikan dan mengedepankan pembinaan maksimal terhadap petugas yang ada dalam membantu masyarakat untuk mewujudkan keluarga yang harmonis.

“Melalui nasihat yang memiliki landasan dan pembinaan maksimal, merupakan suatu bentuk menekan angka perceraian,” ujarnya seraya berkata, jika membiasakan diri untuk menyadari kesalahan masing-masing, sikap saling menghargai, menghormati, memahami tanggungjawabnya, tentu dapat mewujudkan semua itu.

TEKS ANTONI STEFEN

EDITOR : FJ ADJONF





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster