SMKN 2 Lubuklinggau Laksanakan Les Tanpa Bebani Siswa

 410 total views,  2 views today

LUBUKLINGGAU – Instruksi Kepala Dinas Pendidikan Lubuklinggau, H Mustopa Yusup tentang pelaksanaan belajar tambahan (les) tanpa ada pungutan nampaknya dijalankan dengan baik di SMK Negeri 2 Lubuklinggau.

Biaya untuk para guru mata pelajaran Ujian Nasional (UN) yang mengajar pada jam tambahan dibebankan pada keuangan sekolah bukan memungut dari siswa siswi sekolah. Hal ini tentu patut dicontoh sekolah lainya,sehingga tidak membebani orangtua peserta didik.

Seperti disampaikan Kepala SMK Negeri 2 Lubuklinggau, Eriani kepada Kabar Sumatera, di sekolahnya sudah melaksanakan belajar tambahan untuk mata pelajaran yang di UN-kan, guna mempersiapkan mental, dan penguasaan materi peserta didik yang akan berjuang pada UN 2015.

“Untuk les menjelang UN, kami buat kepanitiaan tersendiri, nah guru yang ngajar les, kami siapkan makan siang, dan honornya, dana nya tidak kami ambil dari siswa,”kata dia.

Ia menerangkan, dana sekolah yang digunakan untuk keperluan belajar tambahan memang bertujuan untuk mengratiskan les kepada siswa siswi. Sehingga, para orangtua tidak terbebani dengan biaya les.

“Les di sekolah kami gratis bagi siswa, tapi sekolah memberi makan siang, dan honor panitia. Honor seseuai dengan jumlah jam ngajar les, dananya pakai uang sekolah ya bukan pungutan,”tambahnya.

Larangan keras adanya pungutan pelaksanaan les memang menjadi instruksi dan fokus pengawasan dari Dinas Pendidikan Lubuklinggau. Bahkan, Kadisdik Lubuklinggau makan akan memecat kepala sekolah apabila sekolah tersebut melakukan pungutan liar biaya belajar tambahan di sekolah.

 

TEKS       : SRI PRADES

EDITOR    : FJ ADJONG





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster