Musik Underground Akan tetap “Bernyawa”

38 total views, 3 views today

Ilustrasi Konser Undergrund | Dok KS

Ilustrasi Konser Undergrund | Dok KS

PALEMBANG – Diera kemajuan zaman aliran musik keras “Underground” tetap eksis memposisikan diri di masyarakat. Pada gelaran yang bertema “Palembang Metal Legend” ini sedikitnya ada 23 band yang mengekspresikan musiknya dengan iringan musik cadas. Menurut Alven, ketua pelaksana, acara tersebut digelar untuk menjalin silaturahmi antar pencinta musik cadas Undergroud. Acara tak hanya band asal Palembang saja yang hadir, tetapi terdapat beberapa band asal luar Kota Palembang turut serta memeriahkan acara tersebut, seperti dari Bekasi, Curup dan Tanjung Enim. “Band dari luar Palembang juga ada, seperti Kandang Kawat dan Abonation dari Bekasi, Horus dari Curup dan Beatiful Through Days dari Tanjung Enim,” terangnya.

Alven menjelaskan, untuk setiap band yang hendak memeriahkan acara tersebut dipungut bayaran atau register sebesar Rp150.000 per band. Akan tetapi berbeda dengan bintang tamu, mereka hadir secara gratis. “Band feturing atau bintang tamu yakni Malam Satu Suro, Biadab, Sangar dan Markas gratis register. Begitu juga dengan band asal luar Palembang,” ujarnya.

Pada even ini tak hanya menyaksikan band Cadas beraksi, tetapi juga berbagai macam dagangan yang dijajakan bagi para pengunjungnya. Mulai dari baju, kaos bersablonkan nama-nama band Cadas dari seluruh Indonesia, emblem, stiker hingga kaset tape yang masih terdengar bagus saat dicoba para konsumen. “Tiket masuk untuk menikmati acara sebesar Rp 20.000. Dari situ juga akan ada doorprize yang akan diundi akhir acara dengan hadiah berbagai macam, seperti kaos, vcd hingga stiker. Suport acara sendiri dari Lapak bawah tanah, kunci rebel dan banyak lagi. Acara sendiri dimulai sejak pukul 11.00 s/d 18.00 WIB,” jelas Madon selaku koordinator lapangan acara.

Hal serupa juga diungkapkan salah satu personil band asal Bekasi Eko Ireng. menurutnya gelaran acara ini akan menambah erat tali persaudaraan sesama pencinta musik keras dan masyarakat umum lainnya. Acara sengaja dibuat agar masyarakat umum tidak hanya melihat sisi negatifnya para pencinta musik keras. “Kita juga dapat berkreasi dan membangun ekonomi sendiri. Dengan berwiraswasta ala lapak setiap ada acara juga dapat berkreasi dalam seni dan bermusik,” tutupnya.

 

TEKS        : ARDHY FITRIANSYAH

EDITOR    : IMRON SUPRYADI

 

 





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com