Masih Banyak Sekolah Kekurangan “Sanpras”

 41 total views,  3 views today

Ilustrasi Siswa di Salah satu SD dikota Palembang

Ilustrasi Sekolah l Dok KS

EMPAT LAWANG – Perkembangan dunia pendidikan di Kabupaten Empat Lawang masih terkendala minimnya sarana dan prasarana (Sanpras). Hal ini diakui Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Empat Lawang H Agusni Efendi melalui Kasi Sanpras Dikmen, Arbanu, kemarin. “Masih banyak sekolah kekurangan RKB dan meubeler, kita tidak pungkiri itu,” jelas Arbanu.

Ia mencontohkan, sejumlah sekolah berada di daerah terpencil, terkadang satu ruang kelas harus di sekat agar bisa menampung kegiatan belajar mengajar (KBM) dua kelas. Selain itu, meubeler juga masih kekurangan.

Namun menurutnya, tidak bisa menyalahkan Disdik saja. Sebab terkadang pihak sekolah kurang respon dalam pengajuan. Makanya, agar bantuan sanpras bisa maksimal penganggarann pengajuan pihak sekolah harus secara detail dan jelas mengenai sarana dan prasaran yang dibutuhkan. “Silahkan ajukan agar bisa dianggarkan, kita mendukung upaya peningkatan mutu pendidikan terutama di daerah terpencil,” katanya.

Pada anggaran 2015 ini, Disdik lebih mengutamakan melengkapi sekolah-sekolah yang belum memiliki sanpras standar sekolah, seperti standar jumlah ruangan kelas belajar (RKB), diluar dari itu masih dipertimbangkan, karena masi banyak sekolah di Empat Lawang sanprasnya belum mencapai satandar.

“Sebenarnya anggaran itu bukanlah kendala namun itulah anggarannya, jika dananya cukup pasti semuanya dapat kita cukupi,” tegasnya.

Kekurangan sanpras sekolah sudah menjadi kendala cukup lama, namun sepertinya pendistribusian bantuan dan penganggaran sanpras sendiri belum merata.

“Kita sudah ajukan proposal, tapi belum juga dapat meubeler dan RKB,” aku salah satu kepala sekolah di Kecamatan Pendopo.

Kepsek berharap, Disdik benar-benar melakukan peninjauan ke seluruh sekolah di Empat Lawang. Agar bisa mengetahui secara rill kondisi aslinya, dan bisa menyampaikan bantuan lebih merata.

“Banyak sekolah belum dapat bantuan, tapi ada sekolah yang sering sekali dapat bantuan. Ini kan aneh, kok sepertinya Disdik pilih kasih,” tukasnya.

 

TEKS        : SAUKANI

EDITOR    : IMRON SUPRIYADI

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com