Lestarikan Seni dan Budaya Melalui Sanggar

 229 total views,  2 views today

MUARAENIM – Gunakan melestarikan seni dan budaya di Indonesia, serta sebagai wadah bagi masyarakat dan pelajar yang ingin mengembangkan bakat seni yang dimilikinya, UPTD Disdikbud Kecamatan Lawang Kidul, Muaraenim membentuk sanggar seni yang diberi nama sanggar Seni Behusiek.

Saat ini sudah ada 60 pelajar yang sudah bergabung dalam sanggar seni tersebut. Untuk pusat berkegiatan seni masih menggunakan Balai Kantor Camat Lawang Kidul. Berbagai kegiatan sudah dilaksanakan sejak awal tahun ini, diantaranaya, tari tradisional tanggai, dan tari kreasi baru, dan tidak menutup kemungkinan kesenian lain juga akan dihidupkan kembali.

Ketua Sanggar Seni, Najiburahman, mengatakan, tujuan didirikan sanggar Seni Behusiek ini antara lain untuk mendidik generasi muda tentang pentingnya seni dan budaya Muaraenim. Selain itu, untuk melatih dan membimbing para generasi muda untuk mengangkat, memelihara, dan melestarikan seni dan budaya Muaraenim.

“Memang sudah ada arahan dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muaraenim, untuk setiap UPTD ada sanggar seni. Nah, kita ikut berpartisipasi membantu pemerintah daerah dalam melestarikan dan mengembangkan kesenian dan kebudayaan daerah,” tutur Najib, kemarin (22/2).

Dikatakannya, Sanggar Seni Behuisiek ini mempunyai fungsi untuk membantu mengembangkan potensi putra-putri daerah Muaraenim khususnya di Kecamatan Lawang Kidul. Membantu menyalurkan minat dan bakat putra-putri khususnya di bidang seni dan budaya. Serta menanamkan nilai-nilai luhur dari seni dan budaya. Ia juga sangat membuka partisipasi masyarakat dan pelajar yang ada untuk bergabung dalam sanggar seni ini.

“Siapa saja bisa bergabung, masyarakat, pelajar, pekerja seni, maupun pelaku seni untuk bersama-sama memajukan kesenian yang ada. Terutama kesenian daerah. Sekali lagi kami sangat terbuka lebar,” tuturnya.

Dia menambahkan, sekarang ini di sanggar seni tersebut baru mempunyai 2 orang pelatih tari tradisional. Yakni untuk kelompok usia 9 tahun dan usian diatas 15 tahun. Sanggar seni ini masih membutuhkan tenaga pengajar sukarela untuk bergabung dan ikut mengembangkan kegiatan seni di Kecamatan Lawang Kidul ini.

“Semakin banyak ragam dan kegiatan kesenian di Lawang Kidul semakin bagus. Kesenian juga bisa menambah nilai akademik di sekolah,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Disdikbud, Heri Candra, sangat mendukung seluruh kegiatan kesenian yang ada di Sanggar Behusiek di Lawang Kidul. Pihaknya juga akan terus ikut mendorong sanggar seni ini untuk lebih maju lagi.

“Memang kegiatan ini sudah wajib ada di setiap UPTD, nah kami juga tidak mau ketinggalan. Target kita nanti akan menggelar festival seni sekitar awal Juni atau sesudah siswa ulangan,” tuturnya.

 

TEKS        : SISWANTO

EDITOR     : IMRON SUPRIYADI

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster