Lelang Kiswah Tembus Rp12 Miliar

 298 total views,  6 views today

Imam Besar Masjidil Haram Syekh Adil Al-Kalbani di dampingi Syekh Ali Jaber memberikan Al-Quran Braille digital kepada penyandang tunanetra di Grand Atyasa, Palembang, kemarin. | Foto ; Bagus Kurniawan

Imam Besar Masjidil Haram Syekh Adil Al-Kalbani di dampingi Syekh Ali Jaber dan Pengasuh Rumah Tahfid Sumsel, H Subkhi Sarmawi, memberikan Al-Quran Braille digital kepada penyandang tunanetra di Grand Atyasa, Palembang, kemarin. | Foto ; Bagus Kurniawan

PALEMBANG – Sumatera Selatan kembali mendapat kunjungan Imam-imam besar dari Saudi Arabia. Yakni, Syekh Ali Jaber, Syekh Adil Al-Kalbani dan Syekh Anas Al-Maiman yang menyempatkan diri berkunjung ke kediaman dinas Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin di Griya Agung pada pagi hari dan siangnya mengisi acara Seminar Wakaf di Grand Atyasa, Minggu (22/2).

Syekh Ali Jaber mengatakan, jika Indonesia memiliki jumlah umat Islam terbesar di dunia setelah Mekkah. Ini pulalah yang membuat kegiatan wakaf semakin subur.

“Hal yang seperti ini wajib digiatkan. Karena kegiatan-kegiatan ini bisa membantu sesama,” tegasnya.

Ia menegaskan, tidak ada seorang pun yang berhak membatasi seseorang untuk mempelajari Alquran, meski orang itu memiliki keterbatasan.

Pemberian setidaknya, 300 unit Alquran Braille Digital ini diharapkan mampu menjadi penopang tuna netra untuk terus mempelajari kitab suci umat Islam tersebut.

“Mudah-mudahaan, meski dalam keterbatasan, saya yakin mereka mendapatkan kebahagian yang luar biasa,” jelasnya.

Dirinya bersama dua Imam lain, yakni Syekh Adil Al Kalbani serta Syekh Annas Al-Maimman mendukung penuh realisasi ditunjuknya Palembang sebagai Pusat Wakaf 1 juta Al-Quran. Bahkan, hasil lelang Kiswah (kain penutup Ka’bah) sebesar Rp12 Milyar dari Pemprov Sumsel pun akan diserahkan sepenuhnya kepada Gerakan Wakaf Rumah Tahfiz Sumsel yang akan membagikan 10.000 Al-Quran digital Braille.

“Kita sudah bertemu dengan Gubernur, bahwa, kiswah ini tidak boleh dipindahkan dari Palembang. Insyallah akan dipajang di Mesjid Raya Sriwijaya. Hasil dana (lelang) sepenuhnya disalurkan kepada saudara kita yang tunanetra,” jelasnya.

Disisi lain, ada usulan juga bahwa keempat Imam besar ini akan diundang kembali pada bulan suci Ramadhan mendatang.

Sementara, Gubernur H Alex Noerdin mengaku, pihaknya siap membantu niat baik Syekh Ali bersama imam lainnya dalam program menyalurkan Alquran Braile Digital bagi tuna netra.

Setidaknya di Indoensia terdapat lebih kurang 3 juta penduduk mengalami tunanetra dan sekitar 85% memeluk Agama Islam, dan 95% merupakan golongan yang tidak mampu.

Gubernur berharap, Pemerintah tidak ingin keterbatasan para tuna netra menjadi penghalang mereka mempelajari agama Islam lewat membaca dan menghafal Alquran.

“Kita telah membuktikan dengan tindakan nyata dalam mensyiarkan agama Islam, dengan memerangi musuh Islam yaitu kebodohan dan kemiskinan. Dengan menggulirkan program pendidikan dan kesehatan gratis.

Selain itu, Sumsel merupakan daerah yang memiliki asrama haji milik Pemerintah dan sedang dibangun asrama haji dengan memiliki Kabah ukuran sebenarnaya untuk masyarakat dapat menggunakan fasilitas manasik haji, tidak hanya itu Asrama Haji Sumsel dilengkapi dengan hotel syariah dengan suasana Timur Tengah dan Mockup Pesawat terbang sebagai sarana sosialisasi bagi masyarakat dalam menggunakan fasilitas pesawat terbang.

 

TEKS      : IMAM MAHFUZ

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster