Cincau Sehat Tanpa Pengawet

 2,215 total views,  8 views today

Aktivitas produksi cincau di Jalan Srijaya Negara, Lorong Tembesu Bukit Besar, Palembang. | Foto ; Bagus Kurniawan

Aktivitas produksi cincau di Jalan Srijaya Negara, Lorong Tembesu Bukit Besar, Palembang. | Foto ; Bagus Kurniawan

PALEMBANG – Tak jarang usaha makanan banyak sekali menggunakan bahan pengawet, tapi untuk produksi cincau hitam ini sangatlah alami tanpa pengawet.

Usaha keluarga yang dimulai sejak tahun 70-an dan warisan dari buyut ini selalu mengutamakan bahan-bahan yang akan dibuat menjadi cincau hitam. Bahan-bahan yang digunakan seperti daun cincaunya pun didapatkan dari luar pulau sumatera, dikarenkan daun cincau belum dibudidayakannya di Palembang.

“Usaha ini sudah lama, dari allmarhum buyut saya, cincau yang kita buat ini juga bebas dari bahan pengawet, bahan bakunya pun kita langsung pesan dari Surabaya, karena di Palembang memang belum ada budidaya daun cincau,” kata Edi Pengelola cincau hitam, yang ada di Jalan Srijaya Negara, Lorong Tembesu Bukit Besar, Minggu (22/2).

Cara pembuatannya yang masih manual menjadikan cincau ini lebih terasa alami. Dalam sehari ia dan saudaranya memproduksi kurang lebih 30 kilo daun cincau. Setelah dicuci bersih, daun cincau dimasak kurang lebih selama dua jam, setelah diendapkan juga selama dua jam lalu disaring dan airnya dimasak lagi hingga mendidih, barulah dicampur dengan air sagu dan didinginkan.

“Bisa sampai 30 kilo daun cincau, itupun tergantung juga dengan cuaca. Dan kita prosesnya masih manual,” ujarnya.

Proses dari bahan baku bisa menghasilkan sekitar 200 loyang, karena tidak menggunakan bahan pengawet, cincau ini hanya bisa tahan hingga dua hari saja. Cincau-cincau ini biasa ia pasok ke Pasar-pasar di Palembang, harga jualnya termasuk murah dan penjualan juga bisa melonjak ketika bulan puasa dan lebaran.

“Cincau yang kita buat hanya bisa tahan sampai dua hari, tapi kalau masuk lemari es bisa lebih dari itu, biasa kita pasok ke Pasar Jakabaring, Palimo dan Pasar 26. Penjualan pernah melonjak waktu kemarin musin cappucino cincau, pembuatan bisa sampai 250 sampai 270 loyang. Kalau bulan puasa malah bisa sampai 500 loyang, satu loyang kita jual Rp 15 ribu,” jelas Edi.

Disinggu tentang bantuan pemerintah ia hanya mengatakan, belum pernah menerima bantuan dan juga takut untuk menerima bantuan.

“Sampai saat ini belum pernah, kita juga takut, takut tidak bisa kembalikan duit orang,” tukasnya.

 

TEKS         : YUNI DANIATI

EDITOR     : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster