Warga Keluhkan Maraknya Galian C Llegal

 401 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG – Masyarakat Kecamatan Pasma Air Keruh (Paiker) mengeluhkan maraknya aksi penambangan galian C diduga ilegal. Ironisnya lagi, material galian C seperti batu, pasir dan krosok ilegal tersebut, digunakan salah satu kontraktor proyek besar di Kabupaten Empat Lawang.

Informasi dihimpun Kabar Sumatera menyebutkan, salah satu kontraktor tersebut yaitu PT Seribu Satu Nian, biasa mendapatkan proyek jalan maupun gedung di Kabupaten Empat Lawang.

‪Diketahui masyarakat PT Seribu Satu Nian melakukan aksi penambangan ilegal yang merusak lingkungan, yakni  di Sungai Air Belondo di sekitar jembatan Desa Padang Gelai dan di Desa Tanjung Raman tepatnya di Sungai Air Deras.

‪”Di sana jelas tidak ada izinnya, kok mereka ambil, mereka mau untung dengan jalan salah,” ungkap Dori (36), warga Paiker, kemarin.

Kata Dori, galian C diambil digunakan membangun proyek jalan Tanjung Raman menuju Pasemah Air Keruh dan jalan Air Belondo Kecamatan Paiker.

Disebutkannya, diduga mengambil matrial yang tidak mempunyai ijin  golongan C baik Amdal dan uji kelayakan lingkungannya. Kondisi tentunya membahayakan komunitas lingkungan rawan banjir.

Ia mendesak, agar Pemkab Empat Lawang melalui Dinas terkait bertindak tegas dan memberi sanksi kepada perusahaan tersebut, karena itu jelas-jelas merugikan pemerintah.

“Kita juga akan melapor ke pihak berwajib,”katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan Perkebunan dan Pertambangan Energi (Dishutbuntamben) Empat Lawang, H Susyanto Tunut ketika dikonfirmasi mengaku belum mengetahui aksi penambangan Galian C yang dilakukan oleh PT Seribu Satu Nian.

Namun Susyanto Tunut menyampaikan, saat ini tercatat ada delapan titik tambang legal di Kabupaten Empat Lawang.

“Kebanyakan di Tebing dan Saling. Kalau di Paiker nanti kita cek dulu,” katanya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PU BM) Empat Lawang, H Fauzi melalui Sekretaris, Yusron Fauzi mengatakan, sampai saat ini pihaknya tidak mengetahui material yang digunakan PT Seribu Satu Nian itu ilegal.

“Kalau benar ilegal, nanti kita tegur,”kata Yusron menambahkan, terkait izin penambangan galian C itu bukan kewenangan Dinas PU BM.

Ketika dikonfirmasi, Penanggung jawab PT Seribu Satu Nian, Amiril menolak memberikan keterangan apapun terkait dugaan penggunaan material Galian C ilegal.

‪”Maaf saya sedang sibuk,” tukasnya.

 

TEKS          : SAUKANI

EDITOR      : FJ ADJONG





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster