Transportasi Sungai Musi Akan Ditertibkan

86 total views, 3 views today

Ilustrasi Sungai Musi | Dok KS

Ilustrasi Sungai Musi | Dok KS

PALEMBANG – Menyikapi terjadinya kecelakaan transportasi air yang kerap terjadi di perairan Sungai Musi Palembang, hingga merenggut korban jiwa, pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) akan berkordinasi dengan pihak terkait untuk menertibkan angkutan Air tersebut.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumsel, Inspektur Jendral Polisi (Irjend Pol) Iza Fadri mengatakan transportasi air di Sumsel ditangani oleh dinas-dinas terkait, sedangkan instansi Polri memiliki wewenang untuk masalah keamanan yang bertentangan hukum.

“Terkait soal izin serang atau pendataan transportasi, wewenangnya ada di Dinas Syahbandar dan Dinas Perhubungan. Polri akan turun tangan jika terjadi tindak pidana di wilayah perairan. Lagi-lagi, dalam penangananya, akan bekordinasi dengan dinas-dinas tersebut,” kata Iza, Jumat (20/2).

Adapun bentuk tindak pidana yang diawasi oleh instansi Polri di wilayah perairan, jelas Iza, adalah seperti transaksi narkoba, pengangkutan BBM ilegal, dan tindak pidana lain yang sejenis.

Jika terjadi kecelakaan, Polri akan ikut serta memproses mereka yang dinilai menjadi penyebab kecelakaan. Siapa pun yang dinilai terlibat, akan diproses secara hukum yang berlaku.

Untuk serang-serang yang terlibat kecelakaan air yang saat ini diamankan oleh jajaran Polda Sumsel, lanjut Iza, masih terus diproses oleh aparat kepolisian air setempat. Mereka akan ditetapkan sebagai tersangka apabila dalam pemeriksaan diketahui telah lalai dalam menjalankan profesinya sebagai serang.

“Saat ini masih terus didalami oleh aparat kepolisian perairan tempat dimana kejadian berlangsung. Semoga saja tidak akan ada lagi kecelakaan air,” tutup Iza.

Dalam pekan ini, ada dua kecelakaan air di wilayah perairan Sumsel. Yang pertama, terjadi kecelakaan tunggal dimana speedboat yang melaju dari Karang Agung menuju Palembang terbalik di tengah perjalanan Selasa (17/2). Akibat kejadian ini, tujuh penumpang tewas tenggelam dan serangnya dikabarkan sudah menjadi tersangka oleh Satpolair Banyuasin.

Kecelakaan yang kedua terjadi di perairan Sungai Musi 13 Ilir, Kamis (19/2). Peristiwa tabrakan antara speedboat dan ketek ini membuat lima penumpang ketek menderita luka, dimana seorang diantaranya menderita luka robek di perut. Untuk masing-masing serang, masih diperiksa secara itensif di Satpolair Palembang.

 

Teks       : Oscar Ryzal

Editor     : Junaedi Abdillah

 

 





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com