Simalakama, Melarang Pelajar Berkendara

 403 total views,  2 views today

Konvoi kendaraan pelajar sepulang sekolah biasanya ngebut di jalan dan melanggar aturan lalu lintas. | Dok KS

Konvoi kendaraan pelajar sepulang sekolah biasanya ngebut di jalan dan melanggar aturan lalu lintas. | Dok KS

MUARADUA – Pelarangan bagi anak sekolah di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan membawa kendaraan ke sekolah bagaikan buah Simalakama. Dibenarkan membawa kendaraan, banyak melanggar aturan lalu dan dibiarkan transportasi umum di daerah ini masih minim.

Pemandangan pelajar yang membawa kendaraan sendiri ke sekolah, terutama kendaraan roda dua, banyak siswa yang tidak mematuhi peraturan berlalu lintas di jalan raya. Mereka menjalankan laju kendaraannya seenakny,a tanpa perduli keselamatan pengguna jalan lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKU Selatan, Zulfakar Dhani melalui Kabid Dikmen, Eduarken di ruang kerjanya ketika dikonfirmasi Harian Kabar Sumatera mengakui, kesulitan untuk melakukan pelarangan berkendara bagi anak-anak sekolah tersebut.

“Ya, karena keadaan transportasi di kabupaten kita ini masih terbatas sehingga tidak memungkinkan untuk para anak sekolah tersebut ke sekolah menggunakan angkot ataupun kendaraan umum lainnya,” ujar Eduarken.

Namun Eduarken tak menampik apabila ditemukan kenyataan di lapangan banyak anak-anak didik yang berkendara seenaknnya alias ngebut di jalan. Mereka tak memperdulikan keselamatan mereka maupun orang lain.

“Ini merupakan tanggung jawab kita bersama yaitu tanggung jawab baik orang tua, pihak Dinas Pendidikan, pihak sekolah maupun kepolisian tak jemu-jemu memberikan nasihat dan arahan kepada mereka akibat kebiasaan ngebut di jalan raya,” ujar Eduarken.

Pihak Dinas berharap, pihak Polri maupun TNI bias berpartisipasi untuk memberikan nasihat dan arahan tentang tertib berlalu lintas dalam kesempatan saat melakukan upacara di sekolah dengan cara mereka (Polri/TNI) menjadi Pembina upacaranya.

Biasanya, tambah Eduarken, anak didik tersebut merupakan pendengar yang baik namun bukanlah pencontoh yang baik.

“Namun apabila kita tak henti-hentinya melakukan pengarahan kepada mereka mudah-mudahan mereka lambat laun dapat menyadarinya,” jelasnya.

 

TEKS         : FITRI

EDITOR     : FJ ADJONG





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster