SFC Kecewa ISL Ditunda

 286 total views,  2 views today

PALEMBANG – Laskar Sriwijaya FC kecewa terhadap Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dan Tim Sembilan bentukan Kemenpora yang menunda kick off Indonesia Super League (ISL) 2015 yang semula ditetapkan pada 20 Februari oleh PT Liga Indonesia.

Menurut manajer Sriwijaya FC Robert Heri, dari sisi mana pun keputusan yang diambil oleh BOPI tersebut merugikan klub yang saat ini sudah siap berkompetisi.

“Tidak ada (nilai) positifnya, semuanya negatif. Semua program jadi berantakan. Persiapan kita selama ini jadi rusak semuanya,” kata Robert Heri.

Namun begitu, mau tidak mau, lanjut Robert, SFC harus tetap bersabar. Karena dua minggu ke depan (4 Maret 2015) baru ada keputusan lanjutan yang akan dimumkan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi.

“Menunggu dua minggu juga belum pasti, apakah itu dimulai atau diundur lagi, semua tidak ada yang pasti,” keluhnya.

Saat ditanya apakah persyaratan dari BOPI ini terlalu ketat. Robert menegaskan kalau BOPI seakan tidak menginginkan ISL berlangsung.

“Yang jelas, mereka (BOPI) menyuruh kompetisi tidak jalan. Sebenarnya mereka tidak perlu mencampuri urusan klub,” tegasnya.

Sementara itu, rasa kecewa pun dilontarkan oleh asisten pelatih SFC Hendri Susilo. Menurutnya, kalau persiapan SFC sudah pada puncaknya untuk menjalani kompetisi. Namun dengan ditundanya kick off ini, tentu mempengaruhi psikologi anak asuhnya.

“Kecewa, merusak program dan merusak fix performance pemain. Sekarang anak-anak sudah ada pada puncaknya (permainan) dan sudah siap seratus persen untuk tanding, tiba-tiba gak jadi,” ungkapnya.

Hendri tahu kalau yang dilakukan BOPI ini demi perbaikan sepakbola Indonesia agar lebih profesional.

“Saya mendukung apa yang dimau BOPI. Tapi, waktunya tidak tepat, kenapa tidak jauh-jauh hari,” pungkasnya.

Di sisi lain, salah satu pemain SFC yakni stopper Fachrudin mengatakan, kalau mundurnya kick off ISL mempunyai dampak negatif dan positif. Bagi tim memang sebuah kerugian besar karena mereka telah mempersiapkan diri lebih dini untuk menyambut kompetisi yang diperkirakan bakal penuh persaingan.

“Kalau secara tim rugi. Soalnya program latihan sudah disusun untuk main tanggal 24 (Februari) dan uji coba kemarin juga untuk persiapan main pertama itu,” kata Fachrudin.

“Tapi ada hal positifnya, dengan verifikasi yang ketat, jadi tim benar-benar profesional dan gak ada masalah tunggakan gaji seperti tahun-tahun kemarin,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Menpora telah menyatakan, pelaksanaan ISL 2015 harus ditunda selama dua pekan dengan alasan klub maupun PT Liga Indonesia belum memenuhi persyaratan yang telah ditentukan berdasarkan standar regulasi FIFA, AFC, maupun undang-undang sistem keloahragaan nasional (UU SKN) berdasarkan hasil verifikasi badan olahraga profesional Indonesia (BOPI).

 

TEKS         : IQBAL

EDITOR     : RINALDI SYAHRIL

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster