Lagi, Penipuan Via SMS Catut Nama BKD

6 total views, 3 views today

Ilustrasi SMS | Ist

Ilustrasi SMS | Ist

INDRALAYA – Sejumlah guru dan Kepala Sekolah (Kepsek), Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), di Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir (OI), resah dengan adanya pesan berantai melalui Short Message Service (SMS), yang meresahkan mulai dari meminta data hingga sejumlah uang.

Pesan tersebut berasal daru Yunus yang mengatasnamakan Badan Kepegawaian daerah (BKD), Kabupaten Ogan Ilir. Isi pesan tersebut yakni “Yth Bpk\Ibu Kpsek.Tlng di smskan dta guru honor yg msa kerja 4 thun keatas.mulai dr nm lengkp,tmt,nm sklh,nmor hp masing2. dr Pak yunus di BKD OGAN ILIR. Tmks”,

Sarbani, Kepala SDN 17 Tanjung Batu, Jumat (20/2), pagi menerima SMS tersebut dari seseorang yang mengatasnamakan dirinya Yunus pegawai di BKD Ogan Ilir.

“Saya dia tidak langsung percaya begitu saja, karena biasanya kalau informasi dari pihak BKD yang berkaitan dengan diknas, akan mendapat informasi resmi dari Dinas Pendidikan yang diteruskan ke Kantor Cabang Dinas (Kacabdin), selanjutnya pihak cabdin akan meneruskan ke kepala sekolah yang ada,” tuturnya.

Sarbani menambahkan, modus-modus penipuan seperti ini sudah sering kali terjadi dan berakhir, bukan hanya data yang diminta
oleh oknum tersebut namun juga ujungnya  uang yang nilainya cukup banyak.

“Wah, ini sudah sering modus penipuan seperti itu. Bukan data saja, tapi juga oknum minta uang yang cukup banyak. Ini sangat meresahkan,” paparnya.

Kepala BKD OI H. Darjis, mengatakan, di BKD OI tidak ada nama pegawai, PNS atau Kabid, Kasi yang bernama Yunus.

“Tidak ada di BKD kita ini PNS atau kabid, kasi yang bernama Yunus”, ujar Darjis.

Darjis menghimbau, kepada seluruh kepala sekolah, jangan mudah percaya dengan SMS yang belakangan tidak jelas sering terjadi. Kalau benar ada informasi pihaknya akan menindaklanjuti dengan cara tertulis lewat dinas masing-masing.

“Ya, kalau ada informasi untuk kepala sekolah dan lain sebagainya akan kami lanjutkan secara resmi dan tertulis lewat dinas masing masing. Jadi SMS itu tidak benar dari BKD OI,” tegasnya.

 

Teks     : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com