Terkait Politik Dinasti, Golkar Menilai Masih Timbulkan Pertanyaan

 129 total views,  3 views today

ilustrasi

ilustrasi

PALEMBANG – Menanggapi adanya UU yang melarang adanya politik dinasti di Negara ini, Fraksi Partai Golkar Sumsel menilai larangan yang masih diatur dalam undang undang Pilkada masih multi tafsir menimbulkan pertanyaan. Hal tersebut dituturkan langsung oleh juru bicara Golkar Sumsel Anita Noeringhati.

Sikap Golkar terhadap revisi undang undang nomor 1 tahun 2015 tentang pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota, diantaranya bisakah calon kepala daerah yang tadinya menjabat sebagai kepala daerah kemudian maju lagi sebagai wakil kepala daerah.

Dilanjutkan Anita, hal lain bisa saja pasangan suami istri yang akan mencalonkan diri sebagai kepala daerah untuk menghindari larangan politik dinasti akan bercerai kemudian rujuk kembali.

“Pada waktu kemarin kita menganggap masalah dinasti ini sesungguhnya hak setiap orang untuk mencalonkan menjadi kepala daerah namun melewati pembahasan tentunya tidak bisa Golkar sendiri yang memaksakan untuk menghilangkan diskriminasi dinasti itu,” ungkapnya.

Setelah Undang-undang nomor 1 tahun 2015 disahkan, menurut Anita ternyata aturan mengenai larangan politik dinasti itu masih disahkan. Oleh karena itu dia meminta kepada KPU  harus betul-betul teliti dalam proses verifikasi.

“Yang kita takutkan kemarin, misalkan suami istri karena tidak boleh horizontal maupun vertikal, itu mereka bercerai bisa saja kan kemudian rujuk kembali, bisa sajakan itu boleh, untuk kepentingan politik semua bisa saja terjadi, makanya perlu diselektif betul,” terangnya.

Masih kata Anita, sebelumnya pihaknya juga ada pertanyaan terkait bagaimana kalau kepala daerah mencalonkan kembali tetapi jadi wakil kepala daerah, apakah itu masuk dalam larangan politik dinasti atau tidak?

“Itulah menjadi bahasan dan pertanyaan, itukan yang belum ada pembahasan di draf undang-undang, karena kalau itu disahkan, bisa saja itu terjadi menjadi wakil, jadi masih multi tafsir,” tutup Anita.

 

TEKS         : ARDHY FITRIANSYAH

EDITOR     : MUSTAQIEM ESKA

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster